Ditutup, Tiga Kafe di Labuhan Haji  Diawasi Ketat

Camat Labuhan Haji,  Rusno (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB)  – Tiga  kafe yang ditutup di wilayah Pantai Labuhan Haji, karena dinilai menyalahi izin masih dalam pengawasan ketat. Setiap hari gerak-gerik kafe tersebut diawasi ketat dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lagi.

Camat Labuhan Haji, Rusno kepada Suara NTB, Selasa,  22 Januari 2019  menjelaskan setiap malam kafe tempat karaoke itu diintip. Setelah ada segel penutupan dari Satuan Polisi Pamong Praja, tidak diperkenankan melakukan kegiatan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

Iklan

Rusno meyakini tiga manajemen kafe, Meliwis, Lims dan Diamond ini tidak berani buka untuk beberapa hari ke depan. Pascapenutupn, warga Labuhan Haji katanya mengaku sangat senang dan mendukung apa yang sudah dilakukan pemerintah. Pasalnya jika dibiarkan maka dikhawatirkan akan menjadi ancaman dan malapetaka bagi wilayah Kecamatan Labuhan Haji.

Masyarakat Labuhan Haji tidak menginginkan ada aktivitas hiburan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Peratuan Daerah (Perda) Kabupaten Lotim sendiri sudah tegas melarang minum-minuman keras (miras).

Kafe, ujarnya,  sejatinya hanya tempat makan dan minum minuman sepeti kopi, teh dan lainnya. Tempat hiburan keluarga dan bernyanyi. Tidak dibolehkan ada miras dan adanya wanita-wanita berpakaian seksi.

Semua kafe sudah diperingatkan untuk tidak menjalankan aktivitas yang terlarang oleh Perda tersebut. Jika ada yang membandel dan melakukan aktivitas diam-diam, camat Labuhan Haji ini siap akan memberikan tindakan tegas. “Kalau ada lagi yang beraktivitas seperti kemarin, maka saya akan mengamuk sebagai kepala wilayah,” demikian tegasnya. (rus)