Ditutup, Tambang Emas Ilegal Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) – Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, memastikan tambang emas liar (ilegal) di kawasan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) ditutup. Langkah tegas diputuskan, untuk  mencegah terulangnya peristiwa serupa dari aktivitas penambangan emas secara liar itu.

Mensos didampingi jajaran bersama Gubernur NTB serta Pjs Bupati Lombok Barat HL Saswadi, Kamis, 21 Juni 2018 mengunjungi keluarga korban meninggal diduga akibat menghirup gas asap beracun di penambangan emas ilegal Sekotong. Keluarga korban menerima santunan dan bantuan sembako. Bagi keluarga korban meninggal, dipastikan akan menerima Pogram Keluarga Harapan (PKH).

Iklan

‘’Setelah kita atasi korbannya dan hari ini (kemarin) sudah kita berikan bantuan. Maka langkah pemerintah selanjutnya yang pertama adalah mari kita sosisalisasikan. Beri penjelasan dan pencerahan kepada rakyat bahwa aktivitas mereka berbahaya dan tidak boleh dilakukan (dihentikan red),’’ tegas Idrus Marham.

Mensos yang dikonfirmasi usai memberikann bantuan sosial kepada para keluarga korban di Kantor Camat Sekotong, Kamis, 21 Juni 2018 mengatakan, sosialisasi segera dilakukan. Penjelasan kepada rakyat, harus terus menerus dilakukan dan diulang-ulang sehingga masyarakat memahami terkait dampak tambang.

‘’Makanya kalau rakyat diminta sabar, pemimpin harus lebih sabar lagi. Sampaikan berulang kali dan beri tahu bahwa itu bahaya dan itu tidak boleh,’’ katanya.

Mensos berharap, pemerintah tidak berputus asa dan tetap sabar bila ada sebagian warga yang masih melakukan aktivitas penambangan ilegal. ‘’Itu artinya kita (pemerintah, red) harus lebih dekat lagi dengan rakyat. Kita beri tahu bahwa cara-cara yang mereka lakukan ini tidak benar dan tidak boleh,” tegas Mensos.

Ia memberi contoh hal yang dilakukan Gubernur NTB. Gubernur menyampaikan, agar warga mengingat keluarga khususnya anak-anak. Jangan sampai melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri dan akan berdampak buruk kepada keluarga.

Setelah sosialisasi, selanjutnya adalah harus ada komintmen bersama. Bila nanti ada perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut maka harus ada komitmen bahwa yang bekerja di tempat tersebut wajib mengutamakan orang-orang NTB.

‘’Jangan sampai orang-orang di sini menjadi penonton. Lalu ada alasan kemampuannya tidak mencukupi. Tidak bisa lagi ada alasan klasik seperti itu,’’ tegas Mensos.

Lebih lanjut kata Idrus, penanganan musibah yang menimpa rakyat mendapatkan prioritas utama oleh pemerintah. Sebab sesuai Instruksi Presiden bahwa dalam setiap musibah yang diutamakan adalah penanganan dan perlindungan terhadap korban.

‘’Atasi dulu yang kena musibah. Maka untuk itu hari ini (kemarin) kami datang, saya berkeliling, tidak ada liburnya.’’

Mensos mengatakan, perintah Presiden sudah jelas, rakyat adalah prioritas pertama.  Maka terkait musibah meninggalnya penambang emas ini Presiden memerintahkan agar keluarga korban meninggal segera mendapat santunan dan korban luka-luka mendapat bantuan untuk meringankan biaya pengobatan.

‘’Bapak Presiden menyampaikan salam hormat sekaligus menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga yang tertimpa musibah. Beliau juga berpesan agar keluarga korban meninggal menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH),’’ katanya.

Idrus menjelaskan Kementerian Sosial menyampaikan bantuan berupa bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan santunan kematian, bantuan korban luka-luka dan layanan dukungan psikososial. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Camat Sekotong oleh Mensos kepada ahli waris dan keluarga korban luka-luka.

Santunan untuk setiap korban meninggal sebesar Rp15 juta yang diserahkan kepada ahli waris. Sedangkan bantuan untuk korban luka-luka Rp2,5 juta per orang. Totalnya mencapai Rp120 juta. Santunan dan bantuan ini, merupakan komitmen Negara yang hadir dalam setiap kondisi bencana yang terjadi di wilayah NKRI.

 Idrus berharap setelah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar diberikan, keluarga korban yang ditinggalkan dapat pelan-pelan membangun kembali kehidupan ke arah yang lebih baik. Maka untuk mendukung hal ini, Kementerian Sosial sedang mengupayakan tindak lanjut program bantuan sosial agar dapat terintegrasi dengan PKH.

‘’Pemerintah berharap bantuan sosial tersebut dapat mendukung penghidupan yang layak,’’ harapnya.

Sementara itu Gubernur NTB menegaskan, lokasi tambang ilegal di Sekotong resmi ditutup. Menurutnya, lokasi tambang itu memang harus tutup mengingat dampak negatifnya. Memang harus ditutup itu (tambang ilegl). Kalau masalah tutup secara resmi sudah ditutup.

‘’Tapi dalam artian ditutup itu ditimbun, memang tidak. Cuma kan semua sudah tahu bahwa di wilayah itu tidak boleh ada penambangan. Sudah lama tidak terjadi, akhir-akhir ini mulai lagi. Mungkin mereka mulai nyoba kemudian ada musibah ini,’’ kata gubernur.

Sesuai dengan arahan Mensos jelasnya, Pemprov akan kembali melakukan sosialisasi memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat terkait bahaya tambang emas tersebut. Lahan tempat penambangan emas juga jelasnya masuk HKm dengan tingkat kerawanan berbahaya karena memiliki kemiringan yang sangat curam. Sehingga jika masuk ke dalam lubang berisiko nyawa taruhannya.

Menurutnya tak seimbang antara apa yang didapatkan dengan  risiko yang dihadapi. Lebih dari itu lanjut TGB, anak-anak dan keluarga yang menjadi korban banyak yang telantar. Ia berharap kejadian yang merenggut tujuh korban jiwa tersebut adalah yang terakhir.  (her)