Ditutup Bupati, Festival Moyo Perlu Dijadikan Ikon Secara Nasional

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rangkaian kegiatan Festival Moyo 2016 yang diakhir dengan Barapan Kebo di desa Tengah Utan, resmi ditutup Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, Minggu, 16 Oktober 2016. Kedepan, Bupati berharap menjadikan branding Festival Moyo bisa mengguugah selera wisatawan untuk datang berkunjung ke Sumbawa. Serta menajdikanya sebagai destinasi nasional. Tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sumbawa yang baru.

Dalam sambutan penutupnya, Bupati menyampaikan selama 24 hari, even demi even dilaksanakan pada Festival Moyo 2016 telah terselenggara. Animo masyarakat pun cukup tinggi. Namun, pihaknya berharap penyelenggaraan Festival Moyo ini kedepannya semakinn menarik. Apalagi dengan kehadiran Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah, di acara penutupan ini, dapat emmbantu lebih menggemakan kegiatan ini di tingkat nasional.

Iklan

Pemerintah saat ini pun akan terus melanjutklan branding Festival Moyo sebagai ikon daya tarik wisatawan. Menjadikan Festival Moyo sebagai pengembangan budaya, pelestarian dan penataan objek-objek wisata andalan. Penggalian destinasi destinasi baru, serta mampu menggeliatkan kreasi masyarakat di semua sektor. Tentu di masa depan harus terus berbenah dan menciptakan kemasan Festival Moyo semakin menarik dan pengelolaan yang semakin profesional. “Branding Festival Moyo harus mampu menggugah selera wisatawan untuk selalu datang ke Sumbawa,”tandas Bupati.

Mengacu RPJMD Kabupaten Sumbawa tahun 2016/2021 telah ditetapkan bahwa program prioritas kepariwisataan yaitu pertama, pengembangan pemasaran pariwisata, kedua pengembangan destinasi pariwisata, dan ketiga adalah pengembanagn kemitraan  haruslah menjadi perhatian sungguh-sungguh instansi terkait. “Kepada Kepala Dinas baru saya instruksikan untuk segera melakukan evaluasi pembenahan dan juga perencanaan pengembangan kepariwisataan kabupaten Sumbawa yang semakin terarah dan semakin terpadu. Khususnya dalam penyelenggaraan Festival Moyo mendatang. Dengan target menjadi destinasi nasional. “Ini harapan karena kepala dinas kita adalah kepala dinas yang cukup punya integritas yang bagus. Insya Allah mudah-mudahan jangan ketika memegang pariwisata melempem. Ada ujian kinerjanya. Disisi lain komponen SKPD maupun masyarakat haruslah berkolaborasi guna menyukseskan pembangunan kepariwisataan di kabupaten Sumbawa,”pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporabudpar Sumbawa yang baru, Ir. H. Junaidi M.Si, menyatakan, target terdekatnya adalah merampungkan Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA). Sebagai payung hukum dalam pengembangan pariwisata di Sumbawa. Sebab hal tersebut sangat berperan dalam membangun destinasi wisata. Termasuk peran media dalam membantu promisi wisata. (arn)