Dituding Mesum, Pengacara Ini Angkat Bicara

Selong (Suara NTB) – Setelah sebelumnya dituding berbuat mesum dengan salah satu rekan kerjanya di kediamannya di Perumahan Permata Hijau Kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lombok Timur (Lotim), Ida Royani pun angkat bicara.

Menurut Ida Royani, kedatangan tetangganya, aparat kepolisian serta Ketua RT beberapa waktu lalu hanya untuk bersilaturahmi secara baik-baik. Dalam silaturahmi itu, katanya, Ida Royani mengaku hanya diingatkan atau diberitahukan jam bertamu di lingkungan kompleks BTN Rakam itu.

Iklan

Untuk itu, dirinya menegaskan, tidak ada aksi penggerebekan yang dilakukan oleh masyarakat, polisi maupun Ketua RT seperti yang dituduhkan.

Terkait kasus ini, ia juga mengaku sudah memberikan keterangan dan penjelasan terhadap pihak Polsek Kota Selong serta melayangkan surat kepada Mabes Polri terkait kasus ini. Menurutnya, tuduhan yang dihadapkan kepada dirinya itu dapat merusak reputasinya selaku pengacara.

Ida Royani menegaskan, tuduhan mesum yang dihadapkan kepadanya itu berani dibantahnya karena kedatangan sejumlah laki-laki, rekan kerja maupun masyarakat ke kediamannya itu tidak lain untuk kepentingan pekerjaan.

Pada bulan Mei itu, katanya,  ia bersama rekannya sedang menangani empat kasus atau perkara, sehingga persoalan itu harus dikoordinasikan secara intens dengan klien dan rekannya. Pada saat itu kliennya beberapa kali datang baik pada siang hari hingga malam, kedatangan para kliennya juga ramai-ramai berjumlah 4-5 orang, termasuk beberapa kliennya datang dengan membawa istrinya.

Berujung pada malam Rabu itu, tuturnya, untuk dilakukan eksekusi sebuah kasus di Lombok Tengah. Agar proses eksekusi berjalan dengan lancar, persoalan itu ia koordinasikan dan diskusikan hingga larut malam agar ditemukannya suatu solusi yang cukup bagus dari turun lapangan yang sebelumnya dilakukan. Terlebih pada saat itu kliennya dalam waktu dekat harus pulang ke Jakarta.

“Waktu  itu klien saya tersebut tidak menginap di sini (rumahnya, red). Pekerjaan kita juga kan seperti dokter,” ujarnya mengibaratkan.

Saat dilakukannya pertemuan dilakukan di ruang tamu dengan kondisi rumah pada saat itu cukup ramai, selain kliennya yang berjumlah 5 orang ditambah rekan kerjanya. Terdapat juga keponakannya beserta dua anaknya, serta dua anaknya.

Sementara, Nurul Komala selaku keponakan dari Ida Royani juga mengungkapkan pada saat itu, beberapa malam rumah yang ditempatinya itu selalu ramai karena adanya kepentingan kerja. Dari dalam kamar, ia mengaku sering mendengar tamu yang datang membahas masalah pekerjaan, bukan yang lain.

“Kedatangan pak RT bersama masyarakat itu juga hanya untuk bersilaturrahmi, jadi bukan penggerebekan,” tegasnya.

Hal senada juga dijelaskan Suherman, rekan kerja Ida Royani ini juga menyampaikan jika keberadaannya di kediaman Ida Royani untuk mengkomunikasikan masalah klien. Mengurai persoalan yang dihadapi oleh kliennya agar proses penyelesaiannya dapat berjalan dengan lancar.  (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here