Ditraktir Makan Siang, Bupati Dompu Bangga Ada ASN Pol PP Jadi Pengusaha Jagung dan Tetap Disiplin

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Pamong Praja (Pol PP) ke 67 dan HUT Satlinmas ke 55 tingkat Provinsi NTB. Pol PP diharapkan semakin berwibawa dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Jelang peringatan HUT Pol PP NTB di Dompu, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dibuat bangga karena ada ASN Pol PP yang mengambil peluang sebagai distributor hasil jagung di waktu luang dan tetap menjaga disiplin sebagai ASN.

Iklan

Muhammad Saleh alias Zale warga Dorotangga Dompu yang sudah 2 tahun terakhir menjadi pengusaha jagung. Usaha ini dijalaninya seusai berkantor dan untuk mencari penjual jagung, melibatkan rekannya dengan pemberian keuntungan. Sehingga usahanya sehingga tidak mengganggu tugasnya sebagai ASN dan bisa memberi tambahan penghasilan bagi keluarga.

‘’Ini makan siang yang luar biasa. Dibayar oleh teman Pol PP namanya, Muhammad Saleh alias Zale. Zale ini pegawai Pol PP yang sehabis jam kerja menjadi tengkulak (distributor) jagung dan sapi di Dompu. Dia ini pendukung utama program Pijar (sapi, jagung, rumput laut),” kata Drs H Bambang M Yasin kepada Suara NTB di Masjid Raya Baiturrahman Dompu, Selasa, 25 April 2017.

Bupati yang didampingi Kepala Bank NTB Cabang Dompu, Ramadhan dan belasan anggota Satpol PP Dompu di halaman masjid terlihat santai menikmati makanan nasi bungkus yang ditraktir Muhammad Saleh. Bahkan tanpa mengenakan sendok ia menyantap nasi bungkus usai menggelar acara gotong royong pembersihan tempat acara Isra Mikraj Nabi Muhammad, Selasa malam dan merapikan taman masjid.

‘’Ini sesuatu yang bukan kebetulan, sebenarnya. Hari ini kita menyiapkan kegiatan Isra Mi’raj. Kalau hari ini ada anggota Pol PP yang terlihat di lapangan sebagai hadiah Pol PP pada Pemda Dompu. Hari ini mereka ambil bagian dengan ikut membersihkan tempat acara, merapikan taman (masjid),” katanya.

Kebanggaan bupati ini disampaikan karena pada saat yang bersamaan, Polisi Pamong Praja akan merayakan HUT ke 67 dan Satlinmas ke 55 tingkat Provinsi NTB yang dipusatkan di Kabupaten Dompu, Kamis, 27 April 2017. Walaupun secara nasional HUT Pol PP diperingati setiap 3 Maret dan tahun 2017 ini dipusatkan di Kupang, NTT.

Pada momen HUT ini, bupati menyampaikan harapannya agar Pol PP ke depan semakin berwibawa dalam arti, kualitas performa Pol PP akan semakin dihormati, dihargai oleh masyarakat. ‘’Itu akan terjadi kalau Pol PP-nya memiliki integritas yang tinggi, kewibawaan yang juga luar biasa,’’ kata H. Bambang. ‘’Selamat hari jadi untuk Polisi Pamong Praja Indonesia khususnya NTB dan Dompu,” tambah H. Bambang.

HUT Pol PP dan Linmas tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Dompu ini akan berlangsung Kamis, 27 April 2017 di Lapangan Beringin, Dompu. Namun para peserta dari Pol PP se NTB sudah mulai berdatangan ke Kabupaten Dompu sejak Selasa, 25 April 2017 dan akan mengawali kegiatannya dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrahman Dompu.

Pada Rabu, 26 April 2017, Pol PP juga akan melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan pasar tradisional Dompu di pusat kota dan donor darah. “Besok kita adakan donor darah dan kerja bakti bersihkan pasar Dompu,” kata Plt. Kasat Pol PP Dompu, H. Agus Bukhari, SH, MSI yang juga Sekda Dompu.

Sementara Muhammad Saleh yang sudah membuat bupati kagum mengaku, telah lama memulai bisnis jual beli sapi dan mulai fokus jual beli jagung sejak 2 tahun terakhir. Bisnis ini dilakoni setelah harga jagung dirasa stabil dan memberi keuntungan yang cukup baginya. Ia menjalankan bisnisnya dengan modal sendiri, namun cukup ketat dengan manajemen keuangan hingga ia bisa bertahan dalam bisnisnya.

Untuk menjalankan bisnis jual beli jagung, Saleh mengaku, dibantu beberapa anak buahnya dengan sistem bagi hasil. Untuk buruh dihitung Rp 50 per kg di luar uang makan dan rokok masing – masing Rp150 ribu per hari per orang. Untuk yang mencari jagung mendapat keuntungan Rp 25 per kg dan truk dihitung Rp 70 hingga Rp 90 per kg. Saat ini, harga jagung kering gudang di tingkat petani Rp 3.400 per kg dan di gudang Rp 3.725 per kg.

‘’Ada anak buah yang jalan (sehingga tetap berkantor). Alhamdulillah bisa dapat 2 – 5 truk per hari,’’ katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here