Ditolak Pedagang, BI Tegaskan Uang Pecahan Rp75.000 sebagai Alat Pembayaran yang Sah

Uang baru pecahan Rp 75.000 (Bali Post/Ant)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji menegaskan keberadaan Uang Pecahan Khusus (UPK) Rp75.000 adalah alat pembayaran yang sah. Dapat digunakan bertransaksi di mana pun di negeri ini. Penegasan ini disampakan Heru Saptaji, menyusul adanya contoh kasus di Kabupaten Dompu, timbul keraguan dari pedagang menerima UPK Rp75.000 sebagai alat pembayaran.

“Kami menyatakan terima kasih (pemberitaan penolakan UPK Rp75.000 oleh pedagang), itu masukan yang sangat baik buat kami. Dan menjadi catatan kami, bahwa edukasi dan sosialisasi UPK Rp75.000 ini harus semakin masif,” ujarnya.

Iklan

UPK Rp75.000 ditegaskan kembali sebagai alat pembayaran yang sah, sebagaimana uang yang sudah dikenal masyarakat umum sebelumnya. Pencetakan UPK Rp75.000, ditambahkannya, basisnya adalah undang-undang mata uang. “Masyarakat jangan ragu bertransaksi menggunakan UPK Rp75.000,” jelas Heru.

Seperti diketahui, Bank Indonesia memberi kado spesial HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 dengan diluncurkannya UPK senilai Rp75.000. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2020.

Secara nasional, Bank Indonesia melaui Perum Peruri mencetak jumlah terbatas, hanya 75 juta lembar yang disebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Penerbitan uang edisi khusus ini juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Peraturan BI Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (pasal 2, pasal 11), dan Keppres 13/2020. Pengeluaran uang peringatan kemerdekaan akan dilakukan 25 tahun sekali.

Uang edisi khusus kemerdekaan RI diluncurkan dalam periode 25 tahun sekali. Yang pertama, pada HUT RI ke-25 (1970), HUT RI ke-50 (1995), dan HUT RI ke-75 (2020). Desain uang peringatan 75 tahun kemerdekaan RI mengusung tiga filosofi, yaitu mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.

Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan. Pencapaian pembangunan yang digambarkan Jembatan Youtefa Papua, MRT, dan tol trans-Jawa.

Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebinekaan. Serta Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia Emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimistis menyongsong masa depan gemilang.

Dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut bertujuan agar uang lebih sulit untuk dipalsukan. Di sisi lain, bagi masyarakat, akan makin mudah mengenali ciri keasliannya serta nyaman dan aman untuk digunakan.

Sejak tanggal 25 Agustus 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah melonggarkan masyarakat untuk melakukan penukaran secara berkelompok/kolektif. “Satu juta lembar sudah habis tertukar dan beredar di masyarakat NTB,” demikian ujar Heru Saptaji. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional