Ditinggal Pemilik, Rumah Warga Terbakar

Giri Menang (Suara NTB) — Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman warga di Lapangan Mareje Lingkungan Seganteng  Kelurahan Gerung Utara Kecamatan Gerung, sekitar pukul 12.00 Jumat, 7 Oktober 2016. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun satu unit rumah berikut seisinya hangus dilalap si jago merah.

Kebakaran yang melanda rumah Sahari, salah seorang penjual ayam tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Sebab sebelum api menghanguskan rumah korban, sempat terjadi ledakan dahsyat. Warga yang ada di sekitar pun mencoba menolong dengan alat seadanya. Selang beberapa lama petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi memadamkan api tersebut. Petugas kebakaran Lobar dengan dibantu oleh warga berusaha memadamkan api, butuh waktu sekitar satu jam lebih untuk memadamkan amukan si jago merah.

Iklan

Dituturkan oleh Sahari pemilik rumah yang terbakar, awal kejadian rumahnya terbakar sempat  terdengar satu kali ledakan. Kemudian dilanjutkan dengan semburan api akibat ledakan tersebut. Untungnya saat kejadian, ia dan keluarganya sedang tidak ada di rumah.

Akibat kebakaran korban mengaku semua barang miliknya yang berada di dalam rumah hangus terbakar. Korban yang berprofesi penjual burung ini, menjelaskan ketika kejadian semua keluarganya tidak ada di rumah karena mereka pergi jumatan. Selain barang-barang, uang miliknya yang disimpan di dalam rumahnya pun tak luput dari lalapan si jago merak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Lobar, Sutiadi menerangkan kebakaran terjadi di saat keadaan rumah tengah kosong, karena  ditinggalkan penghuninya. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.00, lalu langsung ke lokasi. Pihaknya menerjunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran dengan 10 personel untuk memadamkan api tersebut. Tidak ada korban jiwa  akibat kebakaran ini. Pihaknya belum berani memastikan penyebab kebakaran, namun diduga akibat arus pendek listrik.

Kebakaran juga menimpa petani tembakau Amaq Heri, warga Dusun Rojet Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng). Kamis (6/10) malam kemarin, omprongan tembakau miliknya hangus terbakar beserta tembakau kering siap jual. Akibatnya, korban dipastikan merugi puluhan juta rupiah.

Kepada Suara NTB, korban pun mengaku pasrah atas musibah yang dialami. “Ini hasil panen tembakau yang ke empat musim tanam ini. Tapi apa boleh buat, sekarang semua hangus terbakar,” ujar Amaq Heri, Kamis malam. Ia menunturkan, kebakaran berlangsung sekitar pukul 19.30 wita. Kala itu pemilik omprongan tembakau tengah beristirahat menunggu waktu Salat Isya, di dalam rumah. Namun tiba-tiba, salah seorang warga berteriak ada kebakaran. Begitu keluar rumah, Amaq Heri melihat api keluar dari cerobong dan celah bangunan omprongan tembakau miliknya. (her/kir)