Ditinggal 10 Menit, Bantuan Masjid Senilai Rp 49 Juta Digondol Maling

Selong (Suara NTB) – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil terjadi di wilayah hukum Polres Lotim. Tak main-main, uang yang saat itu berada di dalam mobil milik, H. Mastur Amin senilai Rp 49 juta raib digondol maling yang diketahui berjumlah dua orang. Uang yang merupakan Bansos dari Pemda Lotim untuk masjid di Desa Pene Kecamatan Jerowaru itu raib saat penerima bantuan itu parkir di kantor Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim sekitar pukul 10.00 Wita usai mengambil Bansos tersebut di Bank NTB Selong, Rabu, 2 November 2016.

Kepada Suara NTB, H. Mastur Amin menuturkan, ia memarkir mobil itu di kantor Dikes Lotim karena ada urusan bersama pejabat di Dikes Lotim yang saat itu secara bersamaan pulang dari Bank NTB dengan satu mobil dengan Nopol DR 1259 AV. Setelah diparkirkan, H. Mastur Amin yang saat itu bersama Bendaharanya yang bernama Umar secara bersamaan masuk ke kantor Dikes Lotim.

Iklan

Namun naas, hanya berselang sekitar 10 menit usai diparkirkan, uang senilai Rp 49 juta itu raib dibawa kabur oleh kawanan pencuri itu dengan memecahkan kaca mobil bagian kiri depan. “Kejadiannya sekitar 10 menit setelah kami tinggal masuk ke dalam (Dikes Lotim), sementara uang itu kami tinggal di dalam mobil dengan semua pintu mobil dalam keadaan terkunci,” akunya.

Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil itu diketahui setelah Umar selaku bendahara masjid keluar dari Dikes Lotim untuk membeli rokok. Pada saat itu, ia mengaku melihat kedua pelaku yang sedang menelpon di lokasi kejadian. Namun, ia sedikitpun tidak menaruh kecurigaan sehingga tetap mencari pedagang rokok yang ada di seputar kantor Dikes Lotim.

“Setelah saya kembali, barulah saya melihat kaca mobil sudah pecah dan pelaku sudah naik keatas motor membawa uang itu dengan mengendarai sepeda motor Jupiter MX,” jelasnya. Ia menambahkan, pelaku menggunakan celana pendek, berkulit putih, tinggi dan rambutnya agak panjang.

Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan yang datang ke TKP geram dengan kejadian tersebut. Bansos senilai Rp 49 juta yang digelontorkan oleh Pemda Lotim untuk masjid harus dipertanggung jawabkan dan diganti rugi oleh pihak terkait yang mengambil uang itu di bank hingga terjadinya pencurian.

Dalam kasus ini, Bupati mengatakan jika kejadian itu sangat keterlaluan karena terjadi di muka kantor dan pada jam kerja. Dalam kesempatan itu pula, bupati menginterogasi petugas keamanan (Satpam) yang berada di lokasi lantaran tidak becus mewujudkan rasa aman di SKPD yang dipimpin oleh drg. Asrul Sani itu.

“Ini keterlaluan pencurian terjadi di muka umum dan tidak satupun ada orang yang melihat. Terhadap orang-orang yang membawa uang Bansos itu harus bertanggung jawab, itu adalah uang negara, uang rakyat,” kata Bupati.

Maka Bupati, kemungkinan bendahara Dikes, pembawa uang Bansos serta Satpam yang ada kaitannya dengan uang itu ada persekongkolan dengan pelaku. Sehingga, ia memandang jika aksi pencurian ini bisa berjalan dengan rapi tanpa ada satu orangpun yang melihatnya. “Jika saya yang jadi polisi, keempat orang ini terutama yang saya cari. Tapi kan saya bukan polisi, saya bupati,” celetuknya.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Wendi Oktariansyah yang datang ke lokasi bersama tim Inafis langsung melakukan olah TKP dengan melakukan proses identifikasi terhadap mobil berwarna merah tua tersebut. Sejumlah pihak turut diinterogasi terkait kronologis kejadian untuk mendeteksi pelaku.
“Kita lakukan identifikasi, sejumlah pihak sudah kita mintai keterangan. Mudah-mudahan secepatnya pelaku bisa kita tangkap,” tegasnya. (yon)