Ditetapkan Status Bencana oleh Bupati, Polisi Tegaskan Tak Pengaruhi Penyelidikan Kasus Proyek Senggigi

Longsor di sejumlah proyek penataan Senggigi sedang dilakukan perbaikan. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Meski Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengeluarkan surat penetapan status bencana di proyek penataan Senggigi yang longsor beberapa bulan lalu. Pihak Polres Lobar  memastikan akan terus melanjutkan proses penyelidikan terkait tiga longsor Senggigi yang terjadi awal tahun 2021 tersebut.

“Proses tetap berlanjut dan nanti kita lihat,” tegas Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo akhir pekan kemarin.

Iklan

Bagus menerangkan saat ini pihaknya masih fokus ke proses penyelidikan yang dilakukan. Pihaknya juga melihat setelah ada kesimpulan hasil penyelidikan seperti apa dan ini akan dipertimbangkan. Terkait pernyataan bupati yang menetapkan status bencana, hal ini nantinya akan dibicarakan lagi saat forum gelar perkara. Saat disinggung waktu gelar perkara. Bagus belum bisa memastikan waktunya, dikarenakan melihat kondisi perkembangan kasus tersebut. “Belum bisa kita tentukan waktu gelar perkaranya,” tuturnya.

Ini dikarenakan proses pemeriksaan masih terus berjalan dan proses penyelidikan kasus ini juga masih terus berproses hingga kini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad memastikan longsor Senggigi dijadikan kondisi bencana alam untuk perbaikan tebing. Hal ini sesuai dengan permintaan Balai Jalan yang mengerjakan tebing saat ini.”Berhubung dengan waktu pengerjaan sudah masuk dari Balai Jalan, surat pernyataan kebencanaan ini sebagai dasar pengerjaan,” tambahnya.

Pernyataan kebencanaan ini diberikan di dua titik longsor, yaitu Senggigi View Sheraton dan Café Alberto. Berdasarkan Surat Penyataan Bencana Alam longsor dekat tebing Sheraton selama 300 hari berlaku hingga 30 November 2021. Sedangkan yang di tebing Café Alberto Surat Pernyataan Bencana Alam selama 300 hari berlaku hingga 4 Desember 2021, sehingga Balai Jalan bisa melanjutkan untuk pengerjaan.

Surat pernyataan bencana alam sebagai dasar Balai Jalan bekerja dan anggaran pusat turun untuk pengerjaannya yang merupakan tupoksi Balai Jalan. Namun untuk ketiga longsor DI Senggigi, Surat Pernyataan Bupati Lobar menyatakan bencana alam tetap dibuat. ”Yang dinyatakan bencana alam yang ditangani Balai Jalan untuk penanganan pengerjaan,”  kata dia. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional