Ditetapkan Maksimal Rp109 Ribu, Masyarakat Apresiasi Biaya Rapid Antigen di NTB

Salah seorang warga melakukan swab antigen di salah satu layanan kesehatan di Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB melalui Dinas Kesehatan (Dikes) mengeluarkan surat edaran No. 441/34/Yankes/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen. Dalam surat edaran itu, Pemprov NTB menetapkan biaya pemeriksaan rapid antigen maksimal Rp109 ribu.

Demikian diungkapkan, Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS.,dikonfirmasi Senin, 6 September 2021. Fikri menjelaskan,surat edaran yang dikeluarkan mengacu Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02 02/1/3065/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagostic Test Antigen.

Iklan

Dalam pelayanan pemeriksaan rapid antigen oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pemeriksa lain ditetapkan batas tariff tertinggi termasuk pengambilan swab. Fikri menjelaskan, untuk pemeriksaan rapid antigen di Pulau Jawa dan Bali, biayanya maksimal sebesar Rp99 ribu.

Sedangkan untuk daerah di luar Pulau Jawa dan Bali, termasuk di dalamnya NTB, biaya maksimal pemeriksaan rapid antigen sebesar Rp109 ribu.Tarif batas tertinggi tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid antigen atas permintaan sendiri atau mandiri.

Sedangkan, kata Fikri, batas tariff tertinggi tersebut tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak (contact  tracing) atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan rapid antigen dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien Covid-19.

Keputusan Pemprov NTB yang menetapkan biayapemeriksaan rapid antigen maksimal Rp109 ribu, diapresiasi masyarakat. Karena sebelum adanya surat edaran No. 441/34/Yankes/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen, biaya swab nilainya bervariasi dan jauh lebih mahal. ‘’Biaya swab antigen ada yang Rp250 ribu. Di tempat lain juga ada yang Rp150 ribu,’’ ujar salah seorang warga, B. Prayuda, Selasa, 7 September 2021 di Mataram.

Saat ini, B.Prayuda sedang mempersiapkan diri untuk swab antigen guna memenuhi salah satu syarat dalam tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNS 2021.‘’Sangat bersyukur, karena biaya swab antigen ternyata lebih murah sekarang dari pada sebelum adanya surat edaran No. 441/34/Yankes/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen,’’ katanya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Didit yang juga akan melakukan swab antigen untuk memenuhi persyaratan tes CPNS. ‘’Saya ikut tes CPNS di Diskominfotik NTB.Untuk swab antigen tidak ditanggung Pemda. Kita harus mengeluarkan biaya sendiri. Bersyukur, biayanya tidak terlalu mahal.Artinya biayanya cukup terjangkau,’’ ujar Didit.

Seperti diketahui, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah membuat kebijakan yang harus dipatuhi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK Non Guru tahun 2021.Sebanyak 7.843 peserta SKD CPNS Pemprov NTB wajib menunjukkan hasil swab PCR atau swab antigen negatif Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan dengan Panselnas secara virtual, beberapa waktu lalu.Nasir mengatakan,kebijakan tersebut merujuk rekomendasi KetuaSatgas Covid-19 Nasional mengenai pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 yang wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat.

‘’Melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengkuti seleksi CASN tahun 2021,’’ jelasnya.

Selainitu, kata Nasir, peserta SKD CPNS Pemprov NTB juga diwajibkan menggunakan masker dobel.Yaitu, pertama menggunakan masker 3 lapis dan ditambah masker kain di bagian luar.

Kemudian, peserta wajib menjaga jarak (physical distancing) minimal satu meter. Serta mencuci  tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen kapasitas ruangan tempat SKD dilakukan.

Khusus bagi peserta seleksi CASN Tahun 2021 di Jawa, Madura, dan Bali, kata Nasir, wajib sudah divaksin dosis pertama.Nasir menambahkan, Pemda diminta menyiapkan infrastruktur pendukung pelaksanaan seleksi, antara lain tempat/gedung komputer client, jaringan komputerdan internet, genset, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan seleksi termasuk saranaprasarana pelaksanaan protokol kesehatan.

Nasir juga mengatakan Instansi atau Panitia Seleksi direkomendasikan menyediakan tempat untuk melayani peserta rapid test antigen di lokasi tes.Untuk Panitia Seleksi H-1 dilakukan Rapid Test Antigen dan 1 x diakhir pelaksanaan tes SKD.

Peserta seleksi CASN juga wajib mangisi formulir Deklarasi Sehat yang terdapat di website sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi. Dan paling lambat pada H-1 sebelum ujian SKD.

‘’Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan kepada petugas sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi,’’jelasnya. (rak)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional