Ditetapkan KPU Dompu, AKJ Syah Bentuk Tim Transisi dan Mulai Siapkan Program

Pasangan AKJ Syah saat menerima berita acara penetapan sebagai pasangan Bupati dan wakil Bupati terpilih di aula KPU Dompu, Kamis, 21 Januari 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – KPU Kabupaten Dompu menetapkan pasangan Kader Jaelani – H. Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ Syah) sebagai Bupati dan wakil Bupati terpilih hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Pasangan yang memperoleh 58.039 suara atau 38,29 persen ini juga telah membentuk tim transisi dan menyiapkan program untuk memenuhi janji politiknya.

Bupati Dompu terpilih, Kader Jaelani kepada wartawan usai pleno penetapan KPU Dompu, Kamis, 21 Januari 2021, mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas penetapan KPU yang telah menetapkan pasangan AKJ Syah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu terpilih hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020. Hasil Pilkada Dompu juga tidak termasuk daerah yang digugat di MK.

Iklan

Sebagai Bupati terpilih, Kader Jaelani mengaku sudah membentuk tim transisi. Tim ini memiliki tugas khusus di antaranya menyiapkan kerangka kerja dalam mewujudkan program kerja sesuai visi misi pasangan AKJ Syah. Ketika dilantik, pasangan AKJ Syah bisa langsung bekerja mewujudkan visi misi yang dijanjikan ke masyarakat. “Sudah dibentuk (tim khusus). Untuk nama – nama, ndak perlu dibuka,” katanya.
Kader juga mengaku, sudah mulai mengupayakan untuk memenuhi janji politik saat masa kampanye, termasuk meningkatkan harga jagung. Ia pun secara khusus mendatangi beberapa pengusaha yang terlibat bisnis jagung, termasuk di Surabaya. “Kami sudah mendatangi beberapa perusahaan besar di (Surabaya) sana. Mudah – mudahan bisa mengangkat harga jagung di Dompu nanti,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan komitmen pihaknya untuk sama – sama membangun daerah. Untuk mewujudkan itu, tidak bisa oleh pihaknya saja. Tapi dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk wartawan. “Istilah ‘kalah keluar’ itu bukan terucap dari kami, tapi itu disampaikan lawan politik saat Pilkada. Niat kami ini ingin membangun bersama (daerah). Semua pihak, termasuk wartawan,” katanya.

Wakil Bupati Dompu terpilih, H. Syahrul Parsan, ST, MT juga menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan desain program kerja pasangan AKJ Syah dalam mewujudkan visi misi dan program kerja yang dijanjikan selama masa kampanye. Tidak hanya itu, upaya pembenahan dan perbaikan pembangunan juga sudah mulai dirumuskan. “Ketika sudah dilantik, kami sudah bisa langsung bekerja,” katanya.

Sementara Ketua KPU Dompu, Drs. Arifuddin saat memimpin rapat pleno terbuka menyampaikan, Pilkada di Kabupaten Dompu tidak termasuk daerah yang digugat di MK RI. Bahkan dari 270 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2020, terdapat 132 perkara yang tercatat di MK. Karena tidak terdaftar ada gugatan, sehingga pihaknya memiliki waktu 5 hari untuk menetapkan Bupati dan wakil Bupati terpilih. “Putusan (rekapitulasi suara hasil Pilkada) KPU kabupaten Dompu tidak menjadi bagian yang digugat,” katanya.

Dikatakan Arifuddin, BRPK dikeluarkan panitera MK pada Rabu, 20 Januari 2021. Sesuai ketentuan, KPU daerah memiliki waktu 5 hari untuk menetapkan kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak dan KPU Dompu memilih untuk menetapkan pasangan Bupati dan wakil Bupati terpilih pada Kamis, 21 Januari 2021.
Keputusan penetapan Bupati dan Eakil Bupati terpilih ini langsung diserahkan kepada Ketua DPRD Dompu untuk menjadi bahan pengajuan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati, kepada pasangan calon, partai politik, dan Bawaslu. Namun dari 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu, hanya pasangan AKJ Syah yang tampak hadir. Pasangan HJ Eri Ariyani H Abubakar – H Ihtiar, SH (Eri – HI) dan pasangan H Syaifurrahman Salman, SE – Ika Rizky Feryani (SUKA) tidak tampak hadir. Begitu juga dengan sejumlah partai politik. (ula)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional