Diterjang Banjir Bandang, Satu Rumah Warga di KLU Hanyut

Banjir bandang di aliran sungai dusun Telaga Wareng, Desa Menggala yang menyebabkan kios dan rumah setengah permanen milik warga hanyut. (Suara NTB/bpbdklu)

Tanjung (Suara NTB) – Hujan lebat yang turun Selasa sore, 17 November 2020 di wilayah kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), menyebabkan banjir bandang di aliran sungai dusun Telaga Wareng, Desa Menggala. Meski berlangsung singkat, namun luapan air di kali Telaga Wareng itu menyebabkan kios dan rumah setengah permanen milik Hamdani hanyut. Sementara rumah RTG milik Fathul Aziz, dalam keadaan terendam.

Petugas Pusdalops BPBD KLU, Araruna, mengaku sudah tiba di lokasi sebelum rumah dan kios hanyut. Ia dan satu rekannya, sempat memberi bantuan mengevakuasi barang-barang di rumah dan kios yang bisa diselamatkan. Namun peristiwa yang berlangsung cepat, menyebabkan tidak banyak barang yang bisa dievakuasi.

Iklan

“Saat kami tiba di sana luapan air sudah sangat deras. Tidak banyak barang yang bisa kami selamatkan, karena sekitar lima menit setelahnya, kios dan rumah sudah terbawa arus air,” ucapnya.

Akibat peristiwa itu, pemilik kios dan rumah yang hanyut ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta. Terdiri dari rumah setengah permanen milik Fathul dan barang dagangan Hamdani.

Datangnya banjir bandang pada musim penghujan, kata dia, sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, sungai yang berada di jalur belakang SPBU Telaga Wareng itu tidak mampu menahan air yang datang dari tiga arah, yakni air dari Timur Menggala, air sungai bagian Barat (dekat kediaman Bupati) dan sungai kali Telaga Wareng.

“Rumah dan kios warga sebenarnya berdiri di bantaran sungai. Saat akan membangun RTG, kita sudah dua kali ke sana, menyarankan agar tidak membangun di tempat lain tapi tidak diindahkan. Kita sudah perkirakan, luapan air akan sampai ke rumah mereka,” ucapnya.

Araruna memastikan, warga lain tidak terdampak akibat peristiwa itu. Namun demikian, luapan air hingga saat ini masih menggenang di areal persawahan sekitar.

“Kalau jumlah jiwa terdampak, 5 orang. Hamdani dan istrinya, serta Fathul Azis bersama istri dan anaknya. Yang lain tidak ada,” imbuhnya.

Kelima orang itu dengan terpaksa harus dievakuasi ke rumah kerabatnya di dusun setempat. BPBD sendiri sudah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, terpal, family kit, dan hambal. Penyerahan bantuan dilakukan pada Selasa malam.

“Harapan kita Dinas Sosial cepat merespon dengan mengirimkan bantuan lain yang dibutuhkan warga,” imbuhnya. (ari)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional