Ditengah Pandemi, Tingkat Partisipasi Pilkada di NTB Cukup Tinggi

Suhardi Soud (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rekapitulasi hasil pengitungan perolehan suara pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Walikota di tujuh kabupaten/kota se-NTB telah tuntas. Hal ini menjadi akhir dari tahapan pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi dalam Pilkada serentak 2020.

Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi, membenarkan bahwa tujuh daerah sudah menuntaskan proses rekapitulasi suara Pilkada 2020. Menurutnya, dengan telah terlaksananya tahapan penetapan perolehan suara tersebut, maka pelaksanaan Pilkada di tujuh daerah dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal tahapan.

Iklan

“Berdasarkan kondisi keamanan dan ketertiban serta hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten/kota yang berakhir 16 Desember kemarin. Pelaksanaan Pemilihan serentak di 7 kabupaten/kota se-NTB berlangsung sukses,” kata Suhardi. Lebih lanjut disampaikan Suhardi, terkait indikator kesuksesan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di NTB tersebut minimal terlihat dari pertama,  pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di 6.087 TPS se-NTB berjalan tertib, lancar dan kondusif.

“Pemungutan suara dijalankan dengan aman, lancar, tertib dan dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang baik,” ujarnya. Kedua, dalam Pilkada serentak 2020 NTB tidak terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Menurut Suhardi hal itu berarti penyelenggara pemilihan telah bekerja dengan baik dan menerapkan mekanisme secara benar.

“Masyarakat pun makin meningkat pengetahuan dan kedewasaan politiknya. Tidak ada terjadi hal-hal yang melanggar ketentuan, baik oleh penyelenggara maupun masyarakat,” jelasnya. Indikator kesuksesan pelaksanaan pilkada serentak 2020 di tujuh daerah di NTB itu juga dapat dilihat tingkat partisipasi masyarakat yang relatif cukup tinggi. Kesadaran politik masyarakat mengalami peningkatan.

“Meski dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, tingkat partisipasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota terbilang cukup tinggi, yaitu: Sumbawa 82,42 persen; Kota Mataram 67,29 persen;  Lombok Utara 88,20 persen, Sumbawa Barat 82,36 persen;  Bima 82,01 persen, Lombok Tengah 71,16 persen dan Dompu 93,53 persen.

“Khusus di Dompu ini adalah rekor tertinggi selama sejarah penyelenggaraan Pilkada. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak, penyelenggara pemilihan, pemerintah, aparat keamanan dan warga masyarakat,” pungkasnya. (ndi) 

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional