Ditemukan Pasangan Bukan Suami Istri, Banyak Warga Tanpa Identitas Terjaring Razia Tim Gabungan Pemdes Senteluk

Kades Senteluk bersama aparat TNI dan Polri turun melakukan razia kos-kosan di desa setempat, Kamis, 21 Januari 2021. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Puluhan warga pendatang terjaring razia rutin yang dilakukan Tim gabungan pemerintah Desa Santeluk Kecamatan Barulayar bersama aparat TNI-Polri, Kamis, 21 Januari 2021. Hampir sebagian besar para pendatang dari luar pulau Lombok itu tak dapat menunjukan identitas atau KTP dan surat domisili saat diperiksa.

Dari pantauan di lokasi, puluhan kos di wilayah Senteluk disasar oleh tim gabungan pemerintah desa (Pemdes), Polsek Senggigi dan Koramil (TNI). Beberapa kamar yang diperiksa ditemukan pasangan bukan suami istri. Bahkan terdapat warga negara asing asal Belanda yang tinggal bersama istrinya warga lokal Lombok. Selain itu juga didapatkan sepeda motor diduga tanpa memiliki surat-surat.

Iklan

Para pendatang yang terjaring itupun diminta ke kantor desa untuk diberikan pengarahan dan membuat surat domisili. Namun sebelum itu harus tes kesehatan dari puskesmas yang menerangkan bersangkutan sehat.“Ini operasi rutin yang kita gelar per tiga bulan,” ungkap Kepala Desa Santeluk, Fuad Abrurrahman.

Diakuinya, dari sekitar puluhan kos-kosan sebanyak 35 orang yang terjaring. Pihaknya memberikan pengarahan. Sebab dikatakan Fuad pihaknya tidak melarang ada pendatang yang tinggal di desanya asal tertib administrasi.“Kita walcome tapi catatan semua tertib administrasi,” jelasnya.

Menurutnya, razia ini penting dilakukan. Terlebih dikondisi pandemi covid-19 ini agar tidak menimbulkan klaster baru. Di samping untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di kawasan Senteluk.“Jadi sebelum membuat surat domisili, harus ada surat keterangan sehat dari puskesmas yang menerangkan mereka sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakapolsek Senggigi, Iptu I Wayan Sugiana mendukung langkah pemerintah desa atas penertipan kos-kosan itu. Karena hal ini demi keamanan bersama. Terlebih pendataan para pendatang ini akan memudahkan pihak kepolisian jika ada suatu kasus yang menimpa.

“Ini penting, biar tidak seperti penemuan mayat yang di atas bukit Alberto dulu. Itu sampai sekarang belum diketahui identitasnya. Kalau ada kayak gini, minimal kalau ada kejadian kepolisian bisa cepat mengabarkan pihak keluarga,” terangnya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional