Ditemukan Kekurangan Takaran Paket Sembako JPS

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram bersama Polresta Mataram, Kejari Mataram dan BPKP mengecek kesiapan pendistribusian paket sembako ke rekanan, Jumat, 29 Mei 2020. Tim menemukan kekurangan takaran dalam kemasan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengecek kesiapan pendistribusian bantuan jaring pengaman sosial (JPS) ke rekanan. Hasil pengecekan ditemukan kekurangan takaran dalam isian paket sembako.

Tim terdiri dari Inspektorat Kota Mataram, Kejaksaan, Polresta, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Dinas Perdagangan, Dinas Sosial, Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa serta Bagian Hukum Setda Kota Mataram, memulai pengecek ke CV. Bangil Persada di Jalan Swakarya Raya No. 8 Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela.

Iklan

Secara acak tim mengecek isian paket sembako. Terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur, olahan ikan, sabun mandi, biskuit dan HIM Wa. Gula dan beras ditakar menggunakan timbangan elektrik. Terdapat kekurangan 5 gram dalam isian gula. Selain itu, tim juga merekomendasikan ke rekanan mengganti sabun mandi dengan antiseptik.

Sekitar 15 menit mengecek dan memastikan ketersediaan barang. Tim kembali bergerak ke rekanan kedua. Yakni, CV. Niaga Jaya Mandiri terletak di Jalan Seruling II Nomor 01 Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur. Temuannya hampir sama. Terdapat kekurangan berat pada isian beras.

Diketahui, CV.Bangil Persada dan CV.Niaga Jaya Mandiri mendapatkan jatah penyedian 3.261 paket sembako JPS tahap keempat.

Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menyampaikan, tim ingin memastikan kesiapan dari paket sembako yang akan didistribusikan oleh rekanan tahap keempat dari target penerima 19.803 kepala keluarga (KK).

“Di dua lokasi ini sudah siap penyaluran. Tinggal membagi di tim gugus tugas kelurahan mana saja yang diantarkan di masing – masing penyedia,” kata Alwan dikonfirmasi, Jumat, 29 Mei 2020.

Pendistribusian JPS tahap keempat sasarannya berbeda. Pasalnya, ada tambahan bagi penerima berstatus orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan. Alwan menambahkan, kekurangan yang ditemukan oleh tim dalam kemasan gula pasir dan beras. Tim telah meminta pertimbangan dari Dinas Perdagangan bahwa ada batas toleransi.

“Seperti beras ada batas toleransi 9,850 atau 1,5 persen. Tidak jadi masalah dan ditimbangan dianggap sesuai,” ucapnya.

Kecuali kata Alwan, kekurangan timbangan melebihi batas maksimal rekanan akan diminta mengemas ulang. Sementara itu, tim juga menemukan isian tidak sesuai standar. Direkomendasikan oleh tim untuk mengganti. “Seperti sabun. Kita minta diganti yang antiseptik,” ujarnya.

Pendistribusian tahap keempat, Dinas Sosial merekomendasikan mengganti isian. Telur diganti dengan kerupuk kulit. Pertimbangan penggantian ini kata Kepala Dinas Sosial, Asnayati bahwa telur rentan rusak atau busuk. Dari hasil rapat koordinasi diganti dengan kerupuk. “Ini upaya kita juga memberdayakan UKM yang ada di Kota Mataram,” timpalnya.

Owner CV. Bangli Persada, Yosi Jorghi mengaku, kekurangan takaran dalam isian paket tidak ada unsur kesengajaan. Kekurangan hanya 0,5 persen dari isian standar. Tim memberikan batas toleransi. “Ada batas toleransi. Ada juga gula yang beratnya lebih dari 1 kg,” jawabnya.

Rekomendasi tim mengganti sabun yang memiliki kandungan antiseptik. Yosi mengaku siap menindaklanjuti rekomendasi tim gugus tugas. (cem)