Ditemukan Indikasi Kerugian Negara pada Proyek Monumen Mataram Metro

Proyek Monumen Mataram Metro di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru inilah yang menjadi temuan BPK. Ditemukan kerugian negara dari kekurangan volume mencapai Rp287 juta lebih. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan proyek Monumen Mataram Metro ditemukan  Indikasi kerugian negara. Rekanan diberikan waktu 60 hari mengembalikan kerugian negara ke kas daerah.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, temuan kerugian negara dari pengerjaan monumen tidak terlalu besar atau 2,5 persen dari nilai pagu anggaran Rp11 miliar. Berbeda halnya dengan temuan kerugian negara mencapai 10 persen. Dipastikan ini permasalahan dan perlu jadi pertanyaan.

Iklan

“Dari sisi angka saja dia besar Rp287 juta. Kalau persentase dari kontrak relatif kecil,” terang Mahmuddin.

Monumen Mataram Metro di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela dikerjakan oleh rekanan dengan nilai kontrak Rp10,5 miliar lebih. Auditor menemukan kerugian Rp287 juta dari kekurangan volume. Rekanan kata Mahmuddin, harus mengembalikan dan siap dikembalikan. “Mereka sudah siap mengembalikan,” ucapnya.

Sebelum penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pengawas Keuangan (BPK) telah mengklarifikasi rekanan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pemilik pekerjaan. Detail item perhitungan kerugian negara tidak diketahui. Karena, penyampaian dari Inspektorat selaku Auditor Pengawas Internal Pemerintah (APIP) hanya memberikan gambaran secara umum.

Dalam proses pengerjaan proyek rekanan diketahui tidak menyelesaikan tepat waktu. Tim Pokja memberikan sanksi denda keterlambatan. Pengembalian kerugian negara menurut Mahmuddin, di luar dari denda keterlambatan. “Pengembalian diberikan waktu sampai November. Tapi biasanya kurang dari itu sudah dikembalikan,” ujarnya.

Rekam jejak rekanan memang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek dengan nilai besar. Pemkot Mataram juga intens mengevaluasi. (cem)