Ditargetkan Dimulai 2021, Pembangunan Jembatan Penghubung Gili Re Menuju Gili Beleq

Inilah jalur penyeberangan masyarakat dari Dusun Gili Re menuju Gili Beleq Desa Pare Mas yang direncanakan lokasi pembangunan jembatan. Tampak salah seorang anak tengah mencari rumput laut saat kondisi air laut sedang surut belum lama ini.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy.,MM bertekad untuk membangun jembatan penghubung antara Dusun Gili Re menuju Gili Beleq Desa Paremas Kecamatan Jerowaru. Pembangunan jembatan ini menjadi atensi bupati sebagaimana harapan masyarakat untuk diwujudkan sebelum berakhir masa jabatannya tahun 2023. Untuk itu, proses pembangunannya ditargetkan dimulai tahun 2021.

Rencana pembangunan jembatan dibenarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP, Rabu, 1 Juli 2020.

Iklan

Diakuinya saat ini, akses penghubung antara dua dusun yang terhalang laut lepas itu hanya memanfaatkan perahu, sehingga sangat penting untuk dibangun suatu jembatan sebagaimana harapan dari masyarakat.

“Janji bupati, kemungkinannya dimulai tahun 2021 sampai 2023 atau sebelum berakhir masa jabatan Bupati, H. M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati, H. Rumaksi Sjamsuddin,” terang sekda.

Adapun, konsep jembatan yang dibangun besar kemungkinan berupa jembatan kayu yang nantinya dikerjakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub), karena masuk dalam infrastruktur. Dalam pembangunannya pun perlu disusun DED dengan mempertimbangan kearifan lokal. Termasuk azas manfaat dengan anggaran yang akan dikeluarkan menyusul jembatan tersebut dikhususkan untuk pejalan kaki anak sekolah dan masyarakat umum.

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, menyebutkan kalangan legisltaif mendukung rencana pemerintah daerah untuk membangun jembatan penghubung Gili Re ke Gili Beleq. Kebijakan ini dalam rangka mendukung akses pelayanan kepada masyarakat dan masuk dalam katagori percepatan pembangunan sebagaimana visi-misi kepala daerah.

Menurut politisi Partai Golkar ini, pembangunan jembatan tersebut merupakan ide besar kepala daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Ia berharap bupati fokus kepada realisasi visi-misinya yang salah satunya mempercepat pelayanan kepada masyarakat, sehingga ke depan tidak ada lagi istilah adanya desa-desa yang terisolir karena tidak adanya akses jalan.

  Usai Lebaran, Omzet Pedagang Daging di Lotim Turun Drastis

“Akses pendidikan, keberadaan listrik dan air bersih harus didapatkan oleh masyarakat. Pemerataan harus dilakukan, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan,”pungkasnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here