Ditangkap, Pengedar Sabu Bawa Senpi Rakitan

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa menunjukkan barang bukti senpi rakitan dan amunisinya yang disita dari pria diduga pengedar narkoba, Senin, 5 JUli 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Seorang warga Dopang, Gunungsari, Lombok Barat JD alias J (33) ditangkap polisi. Pria ini bertransaksi senjata api rakitan. Rencananya senpi dengan empat amunisi hendak dipakai JD mengamankan diri saat berjualan narkoba. “Latar belakangnya dia pengguna sabu. Dari hasil pemeriksaan dia ini juga pengedar,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin, 5 Juli 2021 didampingi Ketua Bidang Organisasi Perbakin NTB Agus Hakim.

JD ditangkap Jumat pekan lalu. Dia kedapatan membawa senpi rakitan itu di tepi Jalan Gora, Selagalas, Mataram. Ditemukan dia menguasai satu pucuk senpi rakitan dengan panjang 20 cm dan empat butir peluru kaliber 9 milimeter. “Senjata ini aktif. Bisa digunakan utnuk menembak. Satu butir peluru per satu kali tembak,”  kata Kadek Adi. JD dikenai pasal 1 ayat 1 UU Darurat No12/1951 yang ancaman pidananya paling lama 10 tahun.

Iklan

Usai ditangkap, JD lalu dibawa ke rumahnya untuk penggeledahan lebih lanjut. Ditemukan alat isap sabu berupa bong dari kaca. Alat ini menunjukkan indikasi JD pengguna narkoba. “Kita masih dalami lagi apakah setiap dia transaksi narkoba, dia membawa senpi ini atau tidak,” imbuhnya. Dari interogasi, pelaku sudah menguasai senpi rakitan itu tiga bulan terakhir. Tetapi, dari pengakuan belum pernah digunakan. “Dia pengakuannya beli Rp400 ribu dari seseorang. Yang menjual ini masih kita cari,” terang Kadek Adi.

Sementara Hakim menjelaskan, senjata rakitan itu tidak memenuhi ketentuan sebagai senjata bela diri selain untuk kepentingan selain TNI-Polri. “Untuk senjata olahraga pun tidak. Lagipula tidak sembarangan orang bisa memiliki,” jelasnya. Hakim mengatakan, senjata api untuk olahraga hanya bisa dipakai di tempat latihan dan perlombaan. Penggunaan pelurunya pun terkendali melalui buku register. Maka dia memastikan, senjata yang dimiliki JD itu rakitan. “Bukan produk pabrik. Kalau peluru kaliber 9 milimeter itu di kita dipakai untuk kategori tembak reaksi. Memang ada pelurunya,” tandasnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional