Ditangguhkan, Kasus Penipuan Material RTG

Hari Brata (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dugaan penipuan penyedia bahan bangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) Rp736 juta ditangguhkan. Kasusnya beralih ke perdata karena sudah ada pembayaran dengan jaminan. Padahal, kasus dugaan penipuannya sudah sampai penyidikan dengan penetapan tersangka.

Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, kasus itu memang sempat berproses di praperadilan. “Penyidikannya belum disetop tapi ada bukti kita dapat itu terkait masalah perdata,” jelasnya ditemui akhir pekan lalu.

Iklan

Dia menambahkan, penyidikan belum dihentikan. Tetapi tim penyidik Subdit II Hardabangtah Ditreskrimum Polda NTB mendalami lagi bukti kesepakatan antara para pihak. Penyedia bahan bangunan H Raohan Kusuma dengan pembeli, Alwan Wijaya.

“Yang awalnya dibilang belum dibayar itu ternyata sudah diserahkan sertifikat tanah sebagai jaminannya. Jadinya itu masuk perdata, wanprestasi,” terangnya.

Dalam kasus tersebut Raohan, pemilik usaha bahan bangunan di Turide, Sandubaya, Kota Mataram disangka menipu Rp736 juta. Raohan menerima pemesanan bahan bangunan untuk material Rumah Tahan Gempa (RTG) pada Mei 2019.

Kesepakatannya antara lain untuk pembelian 1750 lonjor besi 8 inch, 200 lembar blockwood, 40 roll kawat, 2.000 zak semen, 4.000 lonjor besi 12 inch, 836 biji baut, 450 lonjol kanal C, 153 lonjor lisplang, 50 lembar buwungan, 10 dus paku, 405 dus kalsiboard, dan 40 kotak baut kanal.

Total barang yang disepakati tersebut dengan harga Rp736 juta. Pembayarannya lewat dua tahap. Tahap pertama pembayaran Rp500 juta dan kedua Rp236 juta. Namun barang tang dikiri hanya besi 8 inch, kawat, dan blockwood. (why)

  Alat Peraga PAUD Kota Bima Rp 1,8 Miliar Diusut Kejaksaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here