Ditagih Gubernur, Bulog Tunggu Persetujuan Menteri BUMN

Abdul Muis.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menagih rencana pembangunan pusat hilirisasi beras terbesar di Indonesia Timur yang akan dibangun Perum Bulog di Pulau Sumbawa. Rencana besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan ini sudah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir. “Rencana itu (bangun pusat hilirisasi beras) sejak lama. Karena itu sejalan dengan visi industrialisasi kita,”  ujar orang nomor satu di NTB ini.

Gubernur mengatakan, sesuai rencananya, pusat hilirisasi beras yang akan dibangun oleh Perum Bulog ini untuk pengolahan gabah menjadi beras kemasan.  Harapannya, pengolahan gabah akan menghasilkan dedak. “Kalau sudah ada dedak kan bisa mendukung pakan ternak kita nantinya,” katanya. Gubernur mengatakan, sudah sejak lama pemerintah daerah mengingatkan Bulog untuk memulai pembangunannya.  Beberapa kali tertunda sejak tiga tahun terakhir.

Iklan

“Sebenarnya tidak ada masalah (proses pembangunannya). Dan kita butuh supaya gabah kita diolah dengan baik disini. Jadi kita jualnya sudah beras kemasan. Dedaknya bisa mendukung adanya pabrik pakan,” demikian gubernur. Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog NTB, Abdul Muis dikonfirmasi Kamis, 25 Juni 2020 menjelaskan, terkait dengan hal tersebut, Bulog menurutnya telah memasukkan dalam daftar rencana pembangunannya.

“Namun masih dalam proses persiapan pembangunan, salah satunya harus mendapat persetujuan kementerian BUMN, suasana covid 19  menyebabkan banyak kegiatan proyek tertunda pelaksanaannya. Termasuk pengelola keuangannya juga masih dalam proses. Kami sudah koordinasikan dengan Direksi Bulog, dan Direksi mengapresiasi harapan bapak Gubernur NTB. Mudah-mudahan tidak begitu lama rencana pembangunan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bulog merencanakan tahun 2019 lalu sudah melaksanakan pembangunan pusat industrialisasi perberasan, Modern Rice Milling Plant (MRMP) pertama di Indonesia. Nilai investasinya mencapai Rp136 miliar. MRMP ini rencananya akan dibangun di 16 titik di Indonesia. Untuk tahun 2019 mulai dibangun hanya dua unit di Indonesia, salah satunya di komplek Unit Bisnis Pengelolahan Gabah Beras (UBPGB) Untir Malang, Desa Lape, Kecamatan  Lape, Kabupaten Sumbawa. Dan di Jember, Jawa Timur. Memanfaatkan lahan seluas 4 hektar di Sumbawa.

Proses hilirisasi dilakukan secara terintegrasi di tempat ini. nantinya, gabah-gabah yang dipasok oleh kelompok-kelompok tani tidak lagi keluar dalam bentuk beras gelondongan. Melainkan telah dalam bentuk beras sachetan sampai kemasan tertinggi. Siap untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, bahkan hingga impor. MRMP di Sumbawa ini menggunakan teknologi Jerman (Buhler) dan merupakan teknologi Eropa pertama di Indonesia dalam hal penggilingan padi yang dapat memproses padi sebanyak 300 ton sehari.

Selain MRMP ini, investasi lainnya yang direncanakan Perum Bulog di NTB adalah industrialisasi untuk meningkatkan kemampuan serapan dan pengolahan beras lokal dengan membangun mesin Rice to Rice (RTR) Di komplek pergudangan Boli Desa Bolo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Lalu di Dompu, kemudian  di komplek pergudangan Sikur, Desa Sikur Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Lalu meningkatkan nilai tambah hasil panen jagung melalui teknologi pengeringan modern dengan pembangu nan Drying Centre dan SILO Jagung di desa Lanci Jaya Kecamatan Teka Sire Kabupaten Dompu. Secara keseluruhan, rencana investasi ini akan beroperasi serempak pada pertengahan 2020. Total investasi Bulog di NTB Rp249 miliar. 1 lokasi MRMP Rp136 miliar, RTR Rp57 miliar, CDC Rp56 miliar. (bul)