Distribusikan Vaksin Secara Langsung ke Kabupaten/Kota, Tak lagi Lewat Provinsi

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mulai mendistribusikan vaksin secara langsung ke kabupaten/kota, tidak lagi lewat provinsi. Pendistribusian vaksin ke kabupaten/kota tergantung dari capaian progres vaksinasi lansia.

‘’Mulai minggu kemarin, Kemenkes langsung mengirim vaksin ke kabupaten/kota. Tidak lewat provinsi lagi. Jumlah yang dikirim tergantung laporan lansia yang sudah divaksinasi,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 28 April 2021.

Iklan

Eka menjelaskan permasalahan  distribusi vaksin ke kabupaten/kota selama ini terkait dengan laporan ke Pemerintah Pusat. Misalnya, lansia yang sudah disuntik vaksin sebanyak 100 orang. Tetapi laporan yang masuk ke Pemerintah Pusat secara online baru 50 orang.

“Oleh pusat dianggap baru kerja 50 orang. Yang 50 dianggap vaksinnya masih ada. Itu gap yang terjadi sekarang. Gap laporan secara online dengan jumlah yang sudah disuntik. Kita sekarang lakukan pendampingan, supaya laporan itu clear,” kata Eka.

Jumlah vaksinasi yang dilakukan dengan laporan secara online harus sama. Vaksin yang dikirim disesuaikan dengan target dan sisa vaksin berdasarkan laporan.

“Kalau ndak clear datanya, mereka ndak akan kirim vaksinnya. Kayak minggu kemarin, hanya enam kabupaten yang dikirim,” terangnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, pada 18 April lalu, jumlah vaksin yang sudah didistribusikan ke kabupaten/kota di NTB sudah mencapai 286.580 dosis. Dengan rincian, Kota Mataram 100.580 dosis, Lombok Barat 23.490 dosis, Lombok Tengah 30.580 dosis, Lombok Timur 43.270 dosis. Kemudian, Lombok Utara 10.560 dosis, Sumbawa Barat 10.360 dosis, Sumbawa 27.200 dosis, Dompu 11.040 dosis, Bima 15.020 dosis dan Kota Bima 14.480 dosis.

Dari jumlah vaksin yang telah didistribusikan pada waktu itu, sisa vaksin di kabupaten/kota sebanyak 48.203 dosis. Dengan rincian, Kota Mataram 17.464 dosis, Lombok Barat 2.494 dosis, Lombok Tengah 4.760 dosis, Lombok Timur 4.250 dosis. Kemudian, Lombok Utara 919 dosis, Sumbawa Barat 3.031 dosis, Sumbawa 6.967 dosis, Dompu 1.711 dosis, Bima 2.682 dosis dan Kota Bima 3.925 dosis.

Ada dua jenis vaksin Covid-19 yang telah diterima NTB, yaitu vaksin Sinovac dan Astrazeneca. Untuk vaksin Sinovac, telah diterima sebanyak 319.560 dosis. Kemudian vaksin Astrazeneca yang  diterima sebanyak 4.500 dosis. Untuk Polri sebanyak 2500 dosis dan 2.000 dosis vaksin Astrazeneca untuk TNI. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional