Distribusi Produk Luar ke Kota Mataram Sulit Diawasi

Mataram (suarantb.com) – Distribusi produk yang berasal dari luar Kota Mataram masih sulit diawasi secara maksimal. Sebab, pendistribusian produk-produk ini biasanya dipasarkan secara perorangan dan menggunakan transportasi pribadi. Sehingga sulit bagi Pemkot Mataram melakukan pengawasan di tiap-tiap distributor. Selain itu, kemajuan teknologi dan transportasi ini pun berpengaruh cukup besar terhadap tingginya distribusi produk dari luar.

Asisten II Kota Mataram, Wartan mengaku belum menemukan solusi tepat untuk mengatasi persoalan ini. Padahal pengawasan peredaran produk ini penting diperhatikan, utamanya untuk melindungi konsumen dari beredarnya produk-produk berbahaya.

Iklan

“Seperti kosmetik misalnya, distributor itu membawanya dengan mobil-mobil box, dan koper-koper kecil. Itu sulit kita awasi pihak distributor,” ungkapnya, Jum’at, 14 Oktober 2016.

Distributor perorangan ini, kendati sulit diawasi, namun tidak dapat dikatakan sebagai distributor ilegal. Mereka mendistribusikan produk dengan cara yang dianggap resmi dan sah secara hukum. Pemerintah hanya tidak bisa melakukan identifikasi terhadap produk-produk yang dianggap berbahaya jika didistribusikan secara perorangan.

Sementara ini, Pemkot Mataram hanya bisa melakukan pengawasan di pihak pertokoan atau penjual produk tersebut. Pemkot Mataram pun telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram terkait pengawasan produk yang beredar di Kota Mataram. Pengawasan ini langsung dilakukan dengan turun ke lapangan. Terutama untuk menghindari adanya peredaran produk berbahaya seperti permen mengandung narkoba, kosmetik, dan sebagainya.

“Saya sudah perintahkan untuk turun ke lapangan bersama BBPOM dalam hal pengawasan ini,” ungkapnya. (rdi)