Distanbun Siapkan Bibit Klengkeng untuk Nektar Trigona

Muhammad Riadi. (Suara NTB/ist)

Mataram – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB memberikan dukungan penuh pada budidaya madu Trigona yang saat ini sebagian terpusat di Lombok Utara. Sesuai tupoksinya, bentuk dukungannya dengan memberikan bibit Klengkeng untuk nektar atau sumber sari bunga lebah madu trigona.

“Kita siapkan untuk bibit Klengkeng. Ini untuk membantu budidaya madu trigona agar tetap berkelanjutan,” kata Kadistanbun Provinsi NTB Muhammad Riadi, Kamis, 28 Oktober 2021.

Iklan
Stup madu trigona di Lombok Utara

Memang, tupoksinya tidak dapat langsung membina kegiatan budidaya madu, karena jadi kewenangan instansi lain, karena pengembangbiakan masuk zona kehutanan. Namun mengenai dukungan, pihaknya fokus pada bidang pertanian dan perkebunan, yakni menyiapkan bibit yang jadi sumber pakan.

Madu trigona yang dikembangbiakkan di Desa Sukadana Lombok Utara tidak hanya mengandalkan sumber Nektar dari tumbuhan yang ada. Seperti bunga dari jambu Mete, bunga dari pohon mangga dan kelapa.

“Tapi nantinya ada sumber Nektar lain, yaitu dari Klengkeng. Sehingga ini akan mempengaruhi rasa madu nantinya. Kalau sumber nektar klengkeng, ya tentu rasa madunya beraroma klengkeng,” ujarnya.

Namun belakangan pihaknya kesulitan menemukan bibit Klengkeng yang bibitnya sudah bersertifikat. Beberapa tempat dan sumber penangkaran bibit sudah diidentifkasi, namun belum ditemukan berlabel. Sehingga sebagai alternatif, bibit akan dicari di Pulau Jawa.

Ia berharap dengan pembinaan dari segi vegetasi itu dapat memberi nilai tambah bagi petani atau pembudidaya setempat. Karena selain akan mendapatkan hasil dari madu, juha mendapat rejeki tambahan dari buah buahan yang ditanam.

Sementara di sisi lain, untuk penyiapan lahan Komunitas budidaya Madu Trigona Lombok Utara memperluas area budidaya, khususnya area tanam untuk Nektar.

Pekan kemarin dilakukan pemetaan perluasan area secara digital. “Pemetaan lahan atau lokasi budidaya madu trigona secara digital. Nanti pemetaan digital itu memuat, luas lahan, status lahan, pemilik lahan,” kata pegiat budidaya Madu Trigona Lalu Ahyar Supriadi.

Pemetaan secara digital ini menjadi agenda pertama kelompok budidaya yang tergabung dalam kelompok budidaya Madu Trigona Lintang Utara.

Agenda ketiga, pemeriksaan atau pemeliharaan vegetasi yang ada untuk memastikan terpelihara atau tumbuh dengan baik agar bisa memastikan kebutuhan nektar untuk asupan makanan lebah. Termasuk memastikan ketersediaan bibit klengkeng sebagaimana diprogramkan.

Agenda keempat, pembersihan lahan, pembuatan lubang dan pemupukan lahan untuk penanaman bibit klengkeng pada musim tanam tahun ini. (tim)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional