Distan Kota Mataram Cek Kerusakan Saluran Irigasi

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram mengecek kerusakan saluran yang dikeluhkan petani di Karang Rundun, Kelurahan Bertais atau petani yang menggarap sawah di sekitar Pasar Selak. “Nanti kita cek dulu. Hari ini (kemarin) saya suruh staf saya turun memeriksa,” ujar Kepala Distan Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, MM kepada Suara NTB, Senin, 6 Maret 2017.

Mutawalli mengatakan perbaikan saluran irigasi bukan kewenangan dan tanggung jawab pihaknya, melainkan telah dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Kendati demikian jika ada laporan kerusakan saluran irigasi, pihaknya tetap berkoordinasi dengan dinas tersebut. Termasuk juga dengan keluhan para petani ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR. “Kalau kami ndak ada (anggaran perbaikan saluran irigasi). Semua pindah ke PU. Dari tahun 2016 telah dipindah ke PU,” sebutnya.

Iklan

Distan Kota Mataram mencatat pada 2016 panjang saluan irigasi yang termasuk dalam kondisi rusak sekitar 5 kilometer yang tersebar di beberapa lokasi. Angka ini tersisa setelah dilakukan perbaikan saluran irigasi dalam dua tahun terakhir, sejak 2014-2015. “Tapi saya lupa berapa jumlahnya yang berhasil diperbaiki. Ada datanya,” ujarnya.

Pada 2014-2015 Distan juga telah melakukan perbaikan saluran irigasi. Mutawalli menyebutkan ada tiga jenis saluran irigasi yaitu primer, sekunder, dan tersier. Saluran primer termasuk sungai, sedangkan saluran sekunder merupakan saluran irigasi yang menjadi bagian saluran primer. “Kalau saluran tersier itu yang berada di tengah-tengah sawah,” jelasnya.

Setelah turun lapangan, Mutawalli mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar keluhan para petani di Karang Rundun tersebut segera ditindaklanjuti. Para petani mengeluhkan saluran irigasi kerap tersumbat akibat sampah yang memenuhi saluran. Akibatnya para petani kesulitan dalam pembagian maupun distribusi air. Persoalan ini telah berlangsung cukup lama dan belum ada solusi.

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan di 2017 ini pihaknya mendapat kucuran DAK sekitar Rp 9 miliar untuk perbaikan saluran irigasi. Perbaikan saluran irigasi ini dikhususkan untuk Mataram Kanan, istilah dari Kementerian PUPR. Mahmuddin menyampaikan berdasarkan aturan baru, perbaikan saluran irigasi tak boleh lagi dikerjakan secara berpencar mulai tahun depan. Untuk itu difokuskan di wilayah yang masuk kawasan kanan. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here