Dispora Lotim Putus Kontrak Pengerjaan Tenis Indoor

Izzuddin.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Timur (Lotim) akhirnya memutus kontrak pengerjaan tenis indoor. Proyek senilai Rp2,1 miliar tersebut disimpulkan tidak bisa merampungkan pengerjaannya sesuai target yang telah ditetapkan.

Hal ini disampaikan Kepala Dispora Lotim, Izzuddin yang dikonfirmasi wartawan, Kamis, 30 Januari 2020. Pemutusan kontrak ini berlaku pertanggal 20 Januari 2020. Meski sudah diputus kontrak, namun rekanan dipersilahkan melaksanakan sejumlah pekerjaan. Yakni ada masa pemeliharaan bangunan. Karenanya sampai sekarang terlihat para pekerja masih berada di lokasi.

Iklan

Dia menyampaikan, Dispora hanya menghitung volume pekerjaan sampai tanggal 20 Januari. Dispora sudah melayangkan surat ke Inspektorat agar dilakukan pemeriksaan khusus (riksus). Berapa volume pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh kontrakntor. “Itulah kemudian yang akan dibayar,” paparnya.

Dituturkan, ada beberapa keputusan yang disampaikan sebagai pertimbangan teknis dan disepakati untuk diberikan pengerjaan pemasangan atap. Alasannya, atap sudah kadung dibeli. Jika pembangunannya dibiarkan tanpa ada pengatapan, maka dikhawatirkan bangunan tersebut akan rusak.

Pemasangan atap ini dipersilahkan sampai batas waktu Senin mendatang. Menurut versi rekanan, pengerjaan atap ini tinggal sedikit. Klaim rekanan sudah 95 persen. Namun hal ini tidak bisa dituruti sebagai dasar pembayaran. Diperlukan proses riksus terlebih dulu untuk memastikan jumlah yang sudah dibangun. Harus ada hasil perhitungan yang cermat agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Sampai saat ini, Kadispora Lotim ini menyebut baru membayar uang muka saja sebesar 30 persen dari Rp 2,1 miliar. Setelah pengerjaan rampung, tidak bisa semua langsung dibayar sampai benar-benar tuntas. Dispora juga akan menanti hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Ditambahkan, alasan pemutusan kontrak ini juga karena hasil konsultasi dengan kejaksaan. Berdasarkan hasil konsultasi dari aparat hukum itulah kemudian diputuskan untuk diputus. (rus) 

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional