Disperindag Ingatkan Ancaman Pidana Penjualan Elpiji di Atas HET

Sri Suzana. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) –Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, mengingatkan ancaman pidana bagi pelaku usaha yang menjual Elpiji 3 Kg jauh di atas HET. Baik pada tingkat Distributor, pangkalan maupun pengecer barang subsidi pemerintah tersebut. Untuk itu, pengusaha diminta tidak mempermaikan konsumen, apalagi di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kadisperindag Dompu, Hj. Sri Suzana, M. Si. kepada wartawan di kantornya, Senin, 28 Desember 2020 menegaskan, atas informasi penjualan gas Elpiji jauh melampui HET, pihaknya langsung terjun lapangan untuk mengecek kebenaran.

Iklan

Alhasil, pada sejumlah pangkalan khusus wilayah kota diketahui bahwa nilai pembelian ke distributor Rp14 ribu per tabung. Sementara mereka menjualnya ke tingkat pengecer kisaran harga Rp15-Rp16.500. “Kita sudah cek di pangkalan. Mereka menjualnya sesuai HET, jadi kemungkinan permainan itu ada di tingkat pengecer,” ungkapnya.

Kendati menduga kuat permainan tersebut ada di tingkat pengecer, namun masih perlu dilakukan pembuktian. Apakah pangkalan yang tidak jujur atau memang ulah pengecer untuk bisa memperoleh keuntungan besar.

Prinsipnya, Disperindag tak akan tinggal diam melihat gejolak harga penjualan barang subsidi tersebut. Bahkan mereka berencana melibatkan APH untuk mengungkap dalang dibalik semua ini. “Selain pencabutan izin, ancamannya bisa pidana itu nanti kalau kita pakai undang-undang perlindungan konsumen,” jelasnya.

Dengan melihat konsekuensi hukum bagi oknum pengusaha yang bermain, ia berharap agar penetapan harga mengacu pada ketentuan yang ada. Kalaupun harus lebih karena pertimbangan biaya transportasi dan sebagainya, kemungkinan bisa dipatok maksimal Rp1000 dari HET.

Harapan tersebut bagian dari upaya meringankan beban konsumen serta menyelamatkan pengusaha, apalagi di tengah dampak pandemi Covi-19 ini. “Sebelum ada tindakan, kami himbau dulu agar pengusaha menghentikan penjual diatas HET, karena kasian konsumen apalagi di masa Covid-19 ini,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional