Disorot Sering ke Luar Negeri, Begini Tanggapan Bupati KLU

Tanjung (Suara NTB) – Sepanjang 2016-2017 lalu, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, telah beberapa kali melakukan kunjungan ke luar negeri. Antara lain, ke Turki, Afrika Selatan, Cina, Jepang serta Selandia Baru. Terakhir awal bulan Mei ini, bupati diundang lembaga penyelenggara pariwisata Australia. Namun, bupati tidak jadi berangkat, karena tidak ada izin dari Kemendagri. Bupati lantas diwakili Asisten II Setda KLU, Ir. Hermanto dan Kepala Disbudpar, H. Muhammad, S.Pd.

Kunjungan-kunjungan ke luar negeri lantas menjadi sorotan Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD KLU. Ketua Komisi I, Ardianto, SH., beberapa waktu lalu menilai, kunjungan yang banyak dilakukan bupati ke luar negeri dianggap inovasi yang berlebihan. Kunjungan itu cenderung tidak fokus dan mengabaikan pencapaian target visi misi. Ia membandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya, di mana kunjungan bupati hanya dilakukan pada persoalan yang dianggap penting dan memberi dampak.

Iklan

“Perjalanan kepala daerah ke luar negeri jika kita bandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya jauh berbeda. Pemerintah sebelumnya mungkin tidak sampai lima kali dalam lima tahun, tetapi sekarang cukup sering,” katanya.

Meskipun dibiayai oleh APKASI, namun dampak kunjungan belum berdampak. Ardianto belum melihat gaung “Sister City” yang digemakan saat pertama kali ke Turki. Demikian pula, perjalanan ke Afrika Selatan. Perjalanan ke Jepang untuk menjemput hibah ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar), belum terealisasi sampai saat ini. Sebaliknya, Ardianto memaklumi perjalanan ke New Zealand. Kunjungan ini adalah tindaklanjut dari gagasan kerjasama sebelumnya dengan Universitas Massey.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menanggapi santai pernyataan Ardianto. Dalam hal ini, ujarnya, perjalanan dinas yang ia lakukan tidak dibiayai oleh APBD. Selain itu, dirinya yakin tidak ada kunjungan yang berakhir sia-sia. “Saya yakin tidak ada kunjungan kita yang sia-sia, atau kita hanya menghabiskan anggaran. Saya ke Jepang itu sama sekali tidak menikmati. Saya datang malam, paginya itu tanda tangan MoU dengan Presiden Toyota, kemudian ketemu dengan Gubernur Tokyo, tengah malam saya sampai di hotel lagi, Subuh saya berangkat balik lagi ke tanah air,” ujarnya usai kampanye Zul – Rohmi, Sabtu (12/5).

Perihal kepastian hibah ambulans dan Damkar dari Jepang, Najmul meyakinkan semua pihak bahwa bantuan akan diterima. Prosesnya sedang berlangsung dimana tinggal menunggu beberapa bupati dari APKASI yang akan berangkat menandatangani lagi perjanjian. Kunjungan kedua ini dilakukan sebagai tindak lanjut, mengingat dalam proses hibah, ada 2 kali penandatanganan yang harus dilalui. Pertama, tanda tangan perjanjian hibah, dan kedua tanda tangan perjanjian penerimaan barang hibah.

“Dan kita sudah diundang (kedua kali, red), tapi waktunya menunggu kesepakatan dari beberapa bupati yang lain di APKASI. Bantuan itu sudah dalam proses pengiriman, cuma kemarin pak Sekjen APKASI menyampaikan kepada kita, bahwa dari Kemendagri ada regulasi, bahwa penyerahan bantuan dari luar negeri harus diverifikasi oleh Kemndagri baru dikirim ke daerah-daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Najmul mengungkapkan pada Mei 2018 ini, pihaknya kembali diundang oleh lembaga penyelenggara pariwisata di Australia. Namun ia tidak mengurus perjalan itu karena terbentur berbagai kendala.

Ia pun mengutus 2 pejabat dari KLU untuk menghadiri undangan itu. Dikarenakan undangan itu dikirim sedemikian rupa ke Lombok Utara. Tidak hanya KLU, pihak Australia pun berharap ada dampak dari kerjasama yang dilakukan kedua pihak. “Jadi itu murni undangan dari Australia, bahkan Alhamdulillah, mereka biayai. Bukan dari APBD, sama sekali tidak menggunakan dana APBD,” ujarnya.

Pihaknya berharap ada dampak dari kunjungan yang dilakukan ke sejumlah negara, karena potensi yang ada di Lombok Utara telah dilihat oleh pihak dari Australia selama berkunjung ke Lombok Utara khususnya tiga gili. ‘’Nah dari hasil itu, saya dengar ke depan mereka akan meminta supaya kesenian tradisional yang ada di Lombok Utara ditampilkan di sana. Kemarin mereka sebut Rudat. Ya Alhamdulillah. Dan kita minta tim kesenian yang akan tampil harus persiapkan diri dengan baik,” tandasnya. (ari)