Disnakeswan NTB Persilakan Kejaksaan Dalami Bantuan 1.000 Sapi di Lombok Tengah

Rahmadin. (Suara NTB/bul)

Praya (Suara NTB) – Bantuan Program Seribu Sapi untuk lima desa di Kecamatan Pujut Lombok Tengah dari Kementerian Pertanian RI di ditelisik Kejaksaan. Karena jumlah sapi yang diterima kelompak kurang dari yang seharusnya. Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB mempersilahkan, dan mendukung upaya Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mendalami pelaksanaan program dari Kementerian Pertanian RI ini.

Diketahui, tahun 2020 lalu Kementerian Pertanian Melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mendistribusikan bantuan seribu ekor sapi unggulan untuk lima kelompok di lima desa di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lima desa bertetangga ini diantaranya, Desa Teruai, Desa Pengengat, Desa Bangket Parak, Desa Mertak, dan Desa Sukadana.

Iklan

Masing-masing kelompok di masing-masing desa mendapatkan 250 ekor dari total 1.000 ekor. Dimana setengahnya jantan dan setengah lagi betina. BBIB Singosari Jawa Timur, kata Sekretaris Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Rahmadin, melibatkan dua pemenang tender untuk pengadaan sapi. Satu pemenang tender dari Madura, satu lainnya dari Aceh.

Dalam perjalanannya, pemenang tender dari Aceh wanprestasi. Tidak dapat memenuhi permintaan sapi betina. Akibatnya, kekurangan yang diterima kelompok sebanyak 250 ekor betina. Tidak tereksekusi sepenuhnya tahun 2020 lalu. “Tapi sudah ada anggarannya, sekarang sedang kita tender untuk kekurangan yang 250 ekor itu. Kalau sudah dapat pemenangnya, segera diberikan kekurangan yang diterima kelompok,” ujarnya.

Saat pengadaan tahun 2020 lalu, lanjut Rahmadin, Dinas Nakeswan NTB hanya bertugas melakukan pendampingan. Namun syarat, ketentuan dan verifikasi kelompok, serta pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan ketentuan. “Kita dari provinsi ndak ada masalah. Silahkan saja (APH menelusuri, tidak boleh dihalangi aparat bekerja. Sebetulnya tidak ada masalah juga, hanya tidak terkesekusi dengan baik. Dan nampaknya ada pihak-pihak yang memang tidak senang mungkin saja karena tidak termasuk dalam kelompok penerima, akhirnya melapor ke aparat. Silahkan saja,” imbuhnya.

Rahmadin mengatakan, soal tidak tereksekusinya program 1.000 desa sapi ini seratus persen tahun lalu di Kecamatan Pujut Lombok Tengah, itulah pentingnya kenapa pemerintah pusat harusnya melibatkan langsung pemerintah daerah. Yang paling mengetahui karakteristik dan kondisi lapangan.

Program desa 1.000 sapi ini menurutnya program yang sangat baik dari Kementerian Pertanian. Salah satu hajatannya, untuk memenuhi kebutuhan daging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Bantuan yang diterima kelompok pada tahun lalu sudah berhasil penggemukan untuk sapi – sapi jantannya. Bahkan sudah dipotong dan dijual. Lalu diganti lagi dengan sapi yang baru oleh kelompok.

Karena sistem yang sudah berjalan di kelompok ini dan dianggap sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Sehingga Kementerian Pertanian kembali menyetujui untuk melanjutkan program desa 1.000 sapi dengan menambahkan kekurangan yang diterima kelompok. Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri, desa 1.000 sapi ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian dengan pemberian bantuan bank pakan. Sejumlah mesin pengolah pakan sudah juga diberikan. Sehingga kelompok ternak penerima bantuan sapi – sapi ini tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternaknya kapanpun. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional