Disnakeswan Minta Waspadai Serangan Anjing Rabies

Zainal Arifin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, meminta semua elemen masyarakat untuk mewaspadai serangan anjing rabies. Pasalnya, jumlah korban gigitan terus bertambah tiap bulan, bahkan diantaranya berujung kematian.

Kadisnakeswan Dompu, Ir. Zainal Arifin, M. Si kepada Suara NTB, Rabu, 18 November 2020 menyampaikan, sikap waspada tersebut ditekankan menyusul potensi gigitan masih cukup tinggi, terutama menjelang masa tanam jagung akhir tahun ini.

Ancaman itu diketahui karena memang masyarakat petani sekarang sibuk menangkap anjing liar untuk keperluan mereka berlandang. “Kesulitan kita disini anjing hanya dimanfaatkan untuk berladang, bukan dipelihara di rumah. Pemeliharaan pun dengan cara dilepas, makanya kita himbau untuk tetap waspada dan kalau bisa anjingnya diikat,” harapnya.

Menekan kasus gigitan Hawan Pembawa Rabies (HPR), lanjut dia, hanya akan maksimal dengan upaya vaksinasi dan eliminasi. Namun demikian, pihaknya terkendala ruang gerak akibat Covid-19 serta sulitnya menemukan anjing liar di perkampungan.

Tak kalah penting yang harus dilakukan, yakni pembasmian HPR secara serentak oleh lima Kabupaten/Kota di Palau Sumbawa. Sebab mereka termasuk bagian dari daerah yang menyandang status wabah virus berbahaya tersebut. “Ini sudah saya usulkan ke Direktur Kesmavet, karena percuma kita eliminasi di Dompu sementara Kabupaten/Kota lain tidak melakukan hal yang sama,” keluhnya.

Diakui Zainal Arifin, kasus gigitan anjing liar masih terus terjadi. Dalam dua bulan terakhir ini, terdapat puhan korban dan beberapa diantaranya meninggal dunia.

Kondisi tersebut menuntut perhatian semua piihak, baik dengan cara tetap menaruh sikap waspada akan serangan atau membantu pihaknya dalam mengedukasi masyarakat agar mereka sadar untuk tidak memelihara hewan penular rabies itu. “Dalam waktu dekat ini juga kami akan mengeluarkan surat pada Camat, supaya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here