Disnakeswan Hentikan Eliminasi Anjing Rabies

Zainal Arifin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, menghentikan program eliminasi anjing rabies. Padahal, disadari korban gigitan tiap bulannya terus bertambah. Ancaman Covid-19 dan sulitnya menemukan binatang tersebut jadi alasan mendasar. Demikian ungkap Kadisnakeswan Dompu, Ir. Zainal Arifin, M. Si., ketika ditemui Suara NTB, Rabu, 2 September 2020.

Ia mengatakan, semenjak pandemi Covid-19 muncul pihaknya tidak pernah lagi melakukan eliminasi hewan pembawa rabies tersebut untuk meminimalisir tingkat gigitan. “Kalau vaksinasi tetap jalan tapi tidak intens seperti dulu. Eliminasi selama Covid-19 kita tidak lakukan karena takut nanti anggota yang terpapar Covid-19,” terangnya.

Iklan

Kasus gigitan baru diakui masih terus terjadi, seiring bertambahnya populasi anjing saat ini. Namun demikian, sewaktu turun lapangan pada malam hari cukup sulit baginya menenukan HPR yang berkeliaran, baik pada tempat pembuangan sampah, pasar maupun titik-titik lain.

Untuk itu, lanjut Zainal Arifin, program pencegahan yang bisa dilakukan hanya vaksinasi HPR peliharaan warga. Termasuk mensosialisasikan bahaya hewan tersebut bagi keselamatan jiwa mereka. “Kesadaran warga untuk tidak memelihara anjing sampai sekarang masih sangat kurang, makanya kita terus sosialisasi supaya mereka menyadari ancama rabies,” jelasnya.

Dengan melihat tingkat kesadaran warga dan intensitas gigitan, menurutnya, sulit bagi daerah ini untuk bisa mencabut status KLB rabies. Apalagi tidak didukung upaya pencegahan dari Kabupaten/Kota lain di Pulau Sumbawa.

Karenanya, langkah terbaik dalam meminimalisir gigitan yakni melalui program vaksinasi dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi serangan. “Pencabutan status KLB ini tergantung masyarakatnya, Bali saja orangnya paham sampai sekarang ndak bisa hilangkan KLB rabies, apalagi kita yang masih kurang sadar,” pungkasnya. (jun)