Disnakertrans NTB : WSBK Berpotensi Turunkan Pengangguran di Bawah 3 Persen

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Angka pengangguran di Provinsi NTB diproyeksikan akan turun di bawah 3 persen, selama tahun 2021 ini. Optimisme ini didukung makin terbukanya lapangan kerja, terutama dengan adanya sirkuit Mandalika yang menjadi tuan rumah balap motor internasional pada November ini, dan awal tahun 2022 mendatang.

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2021 sebesar 3,01 persen, turun 1,21 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Jika dibandingkan dengan Februari 2021 juga mengalami penurunan 0,96 persen poin.

Iklan

“Hingga akhir tahun 2021 ini, angka pengangguran terbuka kami yakini bisa turun menjadi 3 persen kebawah,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, SH, MH.

Gede menjelaskan, capaian penurunan angka pengangguran saat ini sudah melampaui target dalam RPJMD sebesar 3,23 persen. dengan penurunan angka pengangguran ini, diharapkan selaras dengan upaya pemerintah daerah mengurangi jumlah pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Secara spesifik, penurunan angka pengangguran di NTB ditolong oleh hadirnya KEK Mandalika dan sirkuit di dalamnya. Pada November 2021 ini, dilangsungkan balap motor Asian Talent Cup dan World Superbike. Event balap internasional ini sudah mengerakkan usaha-usaha ikutan lainnya. Diantaranya, usaha terkait material untuk pembangunan sirkuit, usaha hotel dan restoran, usaha transportasi, dan usaha penyediaan makan minum.

Pemerintah membolehkan sebanyak 25.000 penonton WSBK, dari kapasitas penonton hingga 150.000. jika dihitung, sebanyak 25.000 ini yang menginap di hotel, dibutuhkan sebanyak 12.500 tenaga pelayan. Dengan perhitungan, dua tamu dilayani satu orang.

Jikapun tidak dihotel, di home stay dan lainnya, tentu serapan tenaga kerja dan kebutuhan makan minumnya tetap dipengaruhi. “Belum kita hitung serapan tenaga kerja untuk sektor transportasi dan makan minum,” ujarnya.

Perhitungan kebutuhan tenaga kerja ini, lanjut Gede Aryadi, dilakukan bersama-sama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Asosiasi hotel Mandalika, dan Asosiasi industry.

“Kita hitungnya bersama. Sehingga ketemu, jika 25.000 penonton datang, kebutuhan tenaga kerja yang melayaninya di hotel bisa sampai 12.5 ribu orang. Belum lagi kalau mereka datang bersama keluarga, kolega dan sahabatnya,” imbuh Gede.

Selain itu, yang diyakini akan turut mendukung penurunan angka pengangguran terbuka di NTB adalah progress pembangunan industry hasil pertambangan (smelter) di Sumbawa. Perusahaan rutin menyampaikan progress persiapannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya, Dinas Nakertrans NTB sudah mengajukan permohonan kepada Kemnaker untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) yang menyiapkan tenaga-tenaga terampil dibidang pertambangan.

“Sudah ada respon, ada pegawai kami utus ke Kemnaker, dipanggil. Bersama Bupati Dompu. Sepertinya terjawab permintaan untuk membangun BLK di Dompu,” imbuhnya.

Dengan tingginya serapan tenaga kerja karena Sirkuit Mandalika, dan bergeraknya pembangunan smelter di Sumbawa Barat, serta bergeraknya sektor-sektor lain, Gede tetap meyakini pengangguran terbuka akan terus menurun. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional