Disnakertrans NTB Data Kebutuhan Tenaga Kerja di Sekitar KEK Mandalika

Tim dari Dinas Nakertrans Provinsi NTB melakukan Training Need Analysis (TNA) atau Penyusunan dan Analisa Kebutuhan Pelatihan Kerja. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakerstran) Provinsi NTB bergerak melakukan Training Need Analysis (TNA) atau Penyusunan dan Analisa Kebutuhan Pelatihan Kerja ke perusahaan-perusahaan di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Diantaranya ke Jivana, Panfilla, Sima, Melati, S Hotel, JM, Segara Anak, Origin, Novotel dan Puri Rinjani  Hotels sebagai sasaran awal.

“Tim Disnakertrans Provinsi NTB menitikberatkan TNA bidang Hospitality Industri dengan menyisir dan mendata hotel dan restoran baik yang sudah termasuk dalam asosiasi MHA (Mandalika Hotel Asosiasi) maupun hotel dan restoran di luar asosiasi MHA,” ujar Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah. Pemprov NTB mengharapkan keberadaan kawasan pariwisata strategis nasional ini dapat menyerap tenaga kerja lokal secara masif.

Iklan

Sehingga, tujuan kegiatan TNA dimaksudkan untuk pemetaan data umum ketenagakerjaan. Sehingga pada akhirnya, Pemprov NTB dalam melakukan penyusunan program pelatihan yang tepat, berdasarkan kebutuhan pelatihan dan industri terjadi match serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan kebutuhan pasar kerja. “TNA ini nantinya berfungsi untuk mengumpulkan informasi kemampuan keterampilan, pengetahuan dan sikap kemudian mengumpulkan tentang uraian kerja yang sebenarnya, mendifinisikan dan menetapkan secara rinci manfaat kemampuan yang sebenarnya, mengembangkan dukungan dengan melibatkan pengambil keputusan dan berfungsi menyediakan data untuk perencanaan,” jelas kepala dinas.

TNA ini, kata Wismaningsih menambahkan, dapat dilakukan terhadap objek diantaranya analisis standar kompetensi, analisis jabatan, analisis profil kompetensi pekerjaan yang dikehendaki, analisis informasi pasar kerja dan analisis calon peserta. “Jadi jelas apa saja yang harus kita persiapan pelatihan untuk calon tenaga kerja kita supaya dapat mengisi ruang-ruang kerja yang tersedia di KEK Mandalika,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pada Agustus 2020, penduduk yang bekerja sebanyak 2,58 juta orang, bertambah sekitar 53,84 ribu orang atau sebesar 2,13 persen. Persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan informal meningkat sebesar 2,44 persen poin dibanding Agustus 2019 berdasarkan data BPS. Pada Agustus 2020, terdapat 1,44 juta orang (55,95 persen) pekerja penuh atau penduduk yang bekerja dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sementara jumlah pekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) sebanyak 1,13 juta orang (44,05 persen), terdiri dari 433,44 ribu orang setengah penganggur dan 701,24 ribu orang pekerja paruh waktu.

Terdapat 455,56 ribu orang (11,93 persen) penduduk usia kerja yang terkena dampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (28,39 ribu orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (12,66 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (35,66 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 378,85 ribu orang.Salah satu langkah untuk mempengaruhi angkatan kerja ini adalah KEK Mandalika. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional