Disnakertrans NTB Ajak Pekerja Lokal Sambut Peluang Emas di DSP Mandalika

Kepala Dinas Nakertrans Provinsi  NTB I Gede Putu Aryadi saat pelatihan Peningkatan Produktivitas Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Angkatan VIII tahun 2021 di Aula Kantor Dinas Nakertrans Kab. Lombok Tengah, Senin, 4 Oktober 2021.(Suara NTB/ist_Disnakertrans)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB saat ini menjadi salah satu pusat perhatian dunia yang diawali dengan pergelaran event World Superbike (WSBK) di Mandalika tanggal 19 – 21 November 2021 mendatang.

Untuk crew saja dibutuhkan kamar sekitar 1.000 kamar yang akan menginap di sekitar wilayah Mandalika, sedangkan di luar crew seperti promotor, suporter dan penonton akan menginap di hotel-hotel di seluruh NTB.

Iklan

Momen ini harus disambut para pekerja dan Pelaku usaha dengan menyiapkan diri  sebaik mungkin sehingga bisa mengisi berbagai peluang  emas yang terbuka di Daerah Super Prioritas (DSP) Mandalika. Mulai dari kesempatan kerja hingga penyediaan berbagai produk lokal yang berkualitas dan memiliki standar mutu skala internasional.

“Untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas, maka para pekerja dan pelaku usaha harus terus meng-upgrade skill dan manejemen usahanya agar mampu menjadi aktor terdepan mengisi peluang pasar yang tersedia,” ujar Kepala Disnakertrans Provinsi  NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH.

Itu disampaikan saat membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Angkatan VIII tahun 2021 di Aula Kantor Dinas Nakertrans Kab. Lombok Tengah, Senin, 4 Oktober 2021.

Menurut Gde, daya saing Usaha lokal pada dasarnya sangat ditentukan oleh kualitas pekerjanya. Bukan saja harus memiliki skill dan menguasai teknologi untuk membuat produk yang berkualitas dan inovatif. Sehingga produk tersebut mampu menguasai pasar lokal dan nasional bahkan ekspor.

Tetapi juga harus menguasai management usaha, branding dan marketing, sehingga pekerja dan pengusaha memiliki mindset yang sama untuk kemajuan usaha.

Sebaliknya, kepada para pengusaha, mantan irbansus pada inspektorat NTB meminta agar menempatkan pekerjanya sebagai mitra dan memberdayakan mereka dengan baik, sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas.

“Tulang punggung perekonomiam kita sekarang adalah UMKM. Jadi, kita harus mempersiapkan produk-produk lokal agar memiliki kualitas ekspor yang dapat menarik perhatian wisatawan membeli produk lokal NTB,” kata Gde.

Gede berpesan kepada pelaku usaha UMKM agar ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi di KEK Mandalika.

“Produk UMKM yang dimiliki oleh NTB harus bisa mencukupi kebutuhan dalam ajang internasional tersebut, jangan sampai produk dari daerah lain yang mengisi dan kita menjadi penonton di negeri sendiri,” pungkas Mantan Irbansus di Inspektorat Provinsi NTB ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Nakertrans Kab. Lombok Tengah R. Mulyantoro Barsap, S.Sos berpesan kepada seluruh peserta pelatihan untuk menyerap dan menerapkan ilmu manajemen usaha yang diberikan oleh instruktur.

“Apalagi dengan adanya event internasional yang akan hadir di daerah kita, maka dibutuhkan tenaga kerja terampil dalam bidangnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mulyantoro mengatakan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan semangat berusaha tidak hanya bagi pekerja maupun pengelola usaha.

“Saya berharap kegiatan pelatihan ini menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun, sehingga semakin banyak UKM yang dapat tambahan ilmu dan nantinya bisa meningkatkan hasil produksi yang berefek pada penyerapan jumlah tenaga kerja,” pungkasnya.

Jelang digelarnya WSBK bulan depan, penyiapan marshal atau petugas yang mengawal keselamatan pebalap di dalam sirkuit juga telah dimatangkan oleh Disnakertrans NTB. Gede mengatakan, MGPA dan Pemda Loteng sudah merekrut tenaga yang dibutuhkan untuk keperluan teknis balapan sejak beberapa bulan lalu.

“Yang dibutuhkan 340 orang. Sudah terseleksi. Setelah terseleksi, mereka dilatih. Itu sudah dilakukan proses. Itu masyarakat NTB, bahkan lebih besar Lombok Tengah,” kata Aryadi dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 Oktober 2021.

Untuk menyambut WSBK, kata Aryadi, tenaga kerja di bidang perhotelan di KEK Mandalika telah dilakukan pelatihan. Sebanyak 90 tenaga kerja bidang perhotelan di KEK Mandalika saat ini sedang menjalani pemagangan di kawasan tersebut.

“Dari sisi persiapan ketenagakerjaan, sektor perhotelan sudah siap. Banyak yang di rumahkan, tinggal menunngu event,” katanya. (tim)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional