Disnakertrans Koordinasikan Pemulangan Jenazah PMI di Suriah

H. Muhammad Ikhsan Safitri. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemulangan jenazah Nurkemah binti Muhammad Yusuf (49) asal Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir tengah diupayakan. Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut meninggal dunia di Negara Suriah akibat sakit pada 23 September lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan Safitri menyampaikan, pihaknya sudah dan sedang mengambil langkah-langkah untuk pemulangan almarhumah. Seperti berkoordinasi dengan pihak keluarga dan sudah mengirimkan surat pernyataan keluarga untuk pemulangan jenazah. Kemudian sudah mempertemukan pihak PT yang memberangkatkan dengan pihak keluarga beberapa hari lalu. “Koordinasi terus kami bangun dengan BP2MI Mataram terkait pemulangan jenazah dan pemenuhan hak-hak almarhumah,” ungkapnya.

Iklan

Dijelaskannya, perlu dipahami bahwa Negara Suriah adalah salah satu negara “tertutup dan terlarang” untuk penempatan PMI. Karena negara tersebut sedang ada konflik internal sehingga aksesibilitas keluar masuk negara ini masih tertutup. Meskipun demikian, pihaknya akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perlindungan penuh bagi keluarga almarhumah dengan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Progres penanganan masalah ini akan kami update dan kami infokan kepada keluarga,” pungkasnya.

Telusuri Informasi

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Barat, mengaku akan menelusuri kebenaran informasi di jejaring sosial terkait salah seorang warga setempat yang meninggal dunia di Brunei  Darussalam. Itu dilakukan Pemkab menyusul beredarnya informasi kematian salah seorang warga atas nama Ipan Suandi yang berlamatkan di Kelurahan Arab Kenangan (Arken) tersebut.

“Kami masih menelusuri kebenaran informasi yang saat ini beredar di jejaring sosial meskipun belum ada satupun keluarga yang melapor adanya kejadian tersebut,” ungkap Kepala Dinas Nakertrans kepada Suara NTB melalui Kabid Lattas Penta Fitra Jaya, S. St, Senin, 27 Oktober 2020. Jika benar adanya hal itu, maka pihaknya akan langsung bersurat ke KJRI serta Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk proses selanjutnya.

Diakuinya memang benar ada informasi di jejaring sosial yang di sebarkan di “Group Rungan Taliwang” (Group Facebook) terkait hal tersebut. Di dalam penjelasannya, korban tersebut dinyatakan  meninggal dunia tetapi dari pihak agen merasa kesulitan untuk memproses lebih lanjut. Sebab korban diketahui tidak memiliki identitas apapun.

Terkait hal tersebut, Dinas Nakertrans masih menunggu adanya laporan dari keluarga untuk diproses lebih lanjut. Selama tidak ada informasi maka pihaknya juga sangat kesulitan untuk melakukan penelusuran di lapangan. Tetapi yang jelas saat ini pihaknya sudah mencoba membangun komunikasi dengan KJRI dan Kemenaker agar sama-sama melacak kebenaran dari hal itu. ” Kami belum menerima informasi apapun, sehingga kami kesulitan untuk melakukan upaya lanjutan,” sebutnya. (ind/ils)