Disnak Lotim Dukung Larangan Pengiriman Sapi Hidup

SAPI - Lotim merupakan salah satu daerah penghasil sapi di NTB. Disnak Lotim mendukung larangan pengiriman sapi hidup ke luar daerah. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Larangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengirim sapi  hidup ke luar daerah disambut baik Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Menurut Kepala Bidang Bina Usaha Peternakan pada Dinas Peternakan Lotim, Lukman,  kebijakan gubernur tersebut sudah tepat.

“Kalau itu sih tepat karena mungkin gubernur juga khawatir dengan populasi sapi potong di NTB akan berkurang. Sejauh ini pula, sudah ada pembatasan untuk pengiriman ke luar daerah setiap tahunnya dan masing-masing daerah diberikan alokasi,’’ ujarnya, Selasa,  23 Oktober 2018.

Iklan

Pihaknya khawatir, adanya kapal ternak yang merupakan program pusat dikhawatirkan pengiriman semakin mudah dan bisa mengancam populasi di daerah. Termasuk populasi di Lombok Timur.

Sekarang ini, ujarnya, jumlah populasi sapi saat ini di Lotim mencapai 127 ribu ekor. Alokasi pengiriman ke luar daerah sejauh ini digabung dengan kabupaten lain sebanyak 2 ribu ekor setiap tahunnya.

Diakuinya, pengiriman sapi dari Lotim ke luar daerah masih minim. Bahkan, pelaku usaha yang mengirim sapi ke luar daerah hanya satu orang. “Jadi kita tidak masalah dengan kebijakan baru Gubernur NTB,” terangnya.

Bagi Kabupaten Lotim, masalah utama saat ini katanya adalah susahnya mencari sapi potong yang dimasukkan dari Pulau Sumbawa ke Lotim. Buktinya, sapi yang dimasukkan ke Lotim dari Pulau Sumbawa ini 80 persen merupakan sapi bibit dan belum masuk kategori sapi potong.

Dalam aturan sebenarnya, ujarnya, diperbolehkan masuk sapi dari Sumbawa adalah sapi potong. Akan tetapi selama ini yang terjadi adalah lebih banyak sapi-sapi yang masih kecil-kecil, sehingga harus dipelihara terlebih dahulu. (rus)