Diskoperindag Usulkan Rp 35 Miliar untuk Relokasi Pasar Kebon Roek

Mataram (suarantb.com) – Relokasi Pasar Kebon Roek Ampenan telah direncanakan sejak lama, namun masih terkendala anggaran. Tahun 2017, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram mengusulkan dana relokasi sebesar Rp 35 miliar ke pemerintah pusat. Dana ini dikhususkan untuk membangun sarana fisik atau los pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Mataram, Uun Pujianto mengatakan, pembangunan Pasar Kebon Roek di Kebon Talo tersebut tidak hanya dianggarkan dari Diskoperindag, namun juga dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, serta pihak-pihak lainnya. Sebab, relokasi tersebut tidak untuk memindahkan pasar, namun terintegrasi dengan pembangunan terminal dan pusat pengolahan sampah.

Iklan

“Kita kan tidak tahu nanti terminalnya siapa yang bangun, kita hanya bagian pasarnya saja nanti,” ungkapnya, Selasa, 1 November 2016.

Untuk pembangunan pasar, Diskoperindag tidak bertingkat. Lahan yang dibutuhkan juga lahan lebih luas lebih dari dua hektar. Selain itu, bangunan juga akan mempertimbangkan jumlah pedagang dan pertokoan yang ada di pasar sebelumnya.

Jumlah pedagang yang terdata di Pasar Kebon Roek sebanyak 900 orang lebih. Dengan demikian diperlukan penataan pasar yang lebih teratur dengan membangun komplek-komplek tertentu. Ia menyebutkan bentuk bangunan akan lebih modern. Selain untuk estetika pasar, juga untuk mengurangi kekumuhan. Sebab, Pasar Kebon Roek dianggap sebagai pasar utama Kota Mataram yang memiliki jumlah pengunjung maupun pedangang terbanyak dibanding pasar tradisional lainnya.

“Kita akan buat pasar modern. Kita akan pisahkan los basah, los kering, dan penjualan-penjualannya,” paparnya. (rdi)