Diskoperindag Diminta Serius Tata Pasar Semrawut

Mataram (suarantb.com) – Penataan pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Mataram masih semrawut. Padahal, pasar tradisional merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup potensial, dilihat dari banyaknya pengguna pasar dari kalangan masyarakat ekonomi rendah hingga tinggi. Bahkan pasar tradisional memiliki daya tarik khusus bagi para wisatawan, baik asing maupun domestik.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi mengatakan, persoalan ini harus jadi perhatian serius Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram. Menurutnya, banyak aspek yang perlu dibenahi, tidak hanya pada pengelolaan, namun juga kebersihan. Kesemrawutan penataan pasar disebabkan ketidaksesuaian jumlah pedagang dengan luas area yang tersedia.

Iklan

“Gambaran pasar yang ideal itu adalah adanya kesesuaian antara area dan jumlah pedagang, penataan tempat yang bagus, yang nyaman, tidak bau busuk, sistem pembuangannya juga bagus,” jelasnya kepada suarantb.com, Kamis, 22 September 2016.

Ia mengatakan, penataan tersebut tidak lepas dari pengelolaan retribusi pasar yang harus dikelola dengan baik dan transparan. Didi menilai pengelolaan yang dilakukan selama ini masih belum maksimal dan memuaskan. “Di sana-sini masih banyak problem, termasuk masalah bangunannya,” ungkapnya.

Bangunan beberapa pasar masih belum memadai seperti atap bocor, lantai berlubang hingga permasalahan kebersihan bangunan yang masih dianggap jorok. Bahkan ada bangunan pasar yang tidak difungsikan secara maksimal. Untuk itulah, pembenahan dan penataan dianggap sangat penting untuk diperhatikan secara serius. (rdi)