Diskoperindag Akui Pengelolaan Pasar Tradisional di Mataram Belum Maksimal

Mataram (suarantb.com) – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram mengakui hingga saat ini pengelolaan pasar tradisional belum maksimal. Padahal pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Mataram dianggap sebagai pendongkrak ekonomi masyarakat yang cukup besar, terutama bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah. Tidak hanya itu, pasar tradisional pun tidak jarang disambangi wisatawan asing maupun domestik.

Persoalan kesemrawutan pasar tradisional hingga saat ini juga belum bisa teratasi. Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram yang bersumber dari pasar tradisional tidak dapat dikelola optimal.

Iklan

Kepala Diskoperindag Kota Mataram, Wartan menyampaikan telah mengupayakan peningkatan SDM pengguna pasar tradisional demi perbaikan tata kelola pasar. Namun hal ini sangat sulit diwujudkan. Mengingat para pengguna pasar berasal dari kalangan masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan. Akibatnya, manajemen pasar saat ini masih semrawut meskipun diberikan beragam fasilitas pendukung.

“Ini belum kita berbicara tentang kesadaran masyarakat, baik pedagang maupun pembeli,” ungkapnya, Rabu, 28 September 2016.

Ia mengatakan, kondisi Kota Mataram dalam hal pengelolaan pasar tradisional sangat minim jika dibandingkan dengan kota-kota lain di luar daerah. Untuk itu, Pemkot Mataram merencanakan membuat lembaga baru yang khusus menangani pengelolaan pasar ini. Wartan sangat mendukung dibentuknya lembaga tersebut untuk mewujudkan Kota Mataram menjadi yang lebih baik, khususnya terkait pengelolaan pasar tradisional.

“Jika dengan adanya lembaga baru ini membuat Mataram menjadi lebih maju, kenapa tidak? Saya setuju sebagai warga Mataram,” ungkapnya. (rdi)