Diskop UKM Sosialisasikan KUR pada Pelaku UKM dan Koperasi di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Usaha mikro kecil dan menengah memiliki peranan strategis dalam memajukan suatu daerah. Kemajuan dan kemandirian UMKM akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta membuka lapangan kerja. Kredit usaha rakyat (KUR) yang menjadi program pemerintah dengan bunga rendah setidaknya dapat dioptimalkan pelaku UMKM dalam permodalan usaha dengan modal yang cukup kecil yaitu 0,41 persen.

Iklan
Peserta sosialisasi KUR.

Sosialisasi KUR ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Hamidah, SE Kasi Fasilitas Pembiayaan Simpan Pinjam Koperasi mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi UKM Dompu, Drs A Gani, dan perwakilan Bank BRI Cabang Dompu, Utari dengan moderator, Ir Alwi, MSI dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu di gedung PKK Kabupaten Dompu, Rabu, 15 November 2017.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB yang diwakili oleh Kasi Fasilitas Pembiayaan Simpan Pinjam Koperasi, Hamidah, SE dalam sambutannya mengungkapkan, berdasarkan data jumlah UMKM di NTB hingga 16 Oktober 2017 ada 648.343 UMKM. Berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakuka Mei dan data realisasi KUR hingga Oktober 2017, ada 37 ribu UMKM yang sudah dilayani dengan fasilitasi KUR.

Untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya, fasilitas KUR yang menjadi program pemerintah harus dimanfaatkan UMKM. Karenanya dilakukan sosialisasi tentang KUR dan produk – produk usahanya, sehingga fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal. “Harapan kami, informasi ini disampaikan ke UKM lain, sehingga bisa tersebar dan memanfaatkan fasilitas ini,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Drs A Gani pada kesempatan yang sama mengungkapkan, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Dompu cukup luar biasa sebagai tuntutan dari kemajuan zaman dan perubahan pola pikir masyarakat. Perkembangan UMKM ini diperkirakan akan terus meningkat dari waktu ke waktu, terlebih karakter masyarakat yang kian ingin hidup serba praktis dan instan.

“UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di daerah, karena UMKM ini tersebar dimana – mana, baik di Desa maupun di kota. UMKM juga dapat membuka lapangan kerja minimal untuk dirinya,” katanya.

KUR merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dengan suku bunga rendah yaitu 9 persen atau 0,41 persen per bulan. Peluang ini harus dimanfaatkan pelaku UMKM, karena untuk mendapatkan bunga yang cukup kecil ini sangat terbatas.

“Kalau sekarang suku bunga untuk KUR ini 9 persen, Kementrian Koperasi sudah merencanakan untuk menurunkan lagi suku bunganya menjadi 7 persen atau 0,3 persen per bulan,” jelas.

A. Gani juga mengungkapkan, koperasi di Dompu jumlahnya sekitar 200an dan yang aktif 150an. Akan tetapi yang melakukan rapat anggota tahunan (RAT) hanya 86 koperasi. Masih banyaknya koperasi yang belum melakukan RAT disebabkan karena koperasi – koperasi ini belum bisa membuat laporan neraca bulanan.

“Bulan depan kami akan mengundang koperasi yang belum RAT untuk dilatih membuat laporan neraca,” akunya.

Namun H. A. Gani mengungkapkan, bagi UMKM maupun koperasi yang hendak memanfaatkan pinjaman modal melalui program KUR agar memperhatikan kepatutan dan kelayakan usaha. Sehingga tetap bisa membayar ansuran.

“Ketika terjadi kredit macet, jangankan peminjam, kita yang memfasilitasi juga akan terkena dampaknya,” jelas H. A. Gani.

Utari dari Bank BRI Cabang Dompu, mengungkapkan, dengan 4 BRI Unit, 3 BRI Teras,d an 2 BRI Teras Keliling hingga Oktober sudah menyalurkan 287 M kredit dan untuk KUR Mikro sebanyak Rp 104,7 M. “Di Dompu, BRI yang paling banyak menyalurkan KUR mikro,” katanya.

Namun Utari mengungkapkan, program KUR ini diberikan sebagai modal kerja atau investasi yang diberikan kepada debitur dengan usaha produktif tapi belum memenuhi syarat. Kendati ketentuannya tidak menggunakan agunan, tapi sebaiknya untuk lebih meyakinkan agar disertakan agunan. Maksimal pinjaman KUR Rp 25 juta setiap individu dengan plafon hingga Rp 75 juta dan sistem angsurannya disesuaikan dengan usaha. Program ini diberikan kepada pengusaha mikro dan kecil, calon TKI, anggota keluarga karyawan berpenghasilan tetap, TKI yang terkena PHK di luar negeri, dan pekerja terka PHK.

Sektor yang dilayani melalui program ini yaitu sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, dan jasa usaha. “Di Dompu dominan di sektor pertanian dan perdagangan. Pertaniannya untuk komoditi jagung dan peternakan sapi,” jelasnya.

Dari banyak KUR yang disalurkan tahun 2017, diakui Utari, ada 6 persen yang macet atau terlambat dalam ansurannya. Mereka ini telah terdata dalam sistem mengalami kredit macet atau wanprestasi. Sementara setiap kredit terekam dalam sistem informasi kredit program (SIKP) dan terkoneksi dengan sistemnya di Bank Indonesia. “Ketika mengajukan kredit di bank manapun, kalau pernah tercatat pernah kredit macet, itu akan tetap terekam dan tidak bisa dihapus. Informasi ini semua bisa diakses oleh bank manapun,” ingatnya. (ula/*)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional