Diskominfo dan Persandian Lotim Pasang Internet Gratis di 10 Sekolah

Ilustrasi Pemasangan Internet. (SuaraNTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Lombok TImur (Lotim) memasangkan layanan internet gratis di 10 sekolah. Setelah pemasangan layanan internet tersebut, di sekolah-sekolah tersebut bisa dipasangkan juga fasilitas Closed-Circuit Television (CCTV ) online. Nantinya, semua aktivitas di sekolah akan dapat dengan mudah dipantau cukup lewat jaringan telepon.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lotim, Ahmad Masfu saat diwawancara Suara NTB belum lama ini.

Saat ini, ujarnya, baru dimulai pemasangan access point sebagai media penangkap sinyal jaringan internet Lotim. “Lotim.net namanya,” ujarnya.

Diakuinya, baru 10 sekolah tempat pemasangan jaringan ini, karena terbatas anggaran. Ke depan diharapkan bisa ditingkatkan tempat pemasangannya di semua sekolah se Kabupaten Lotim. ‘Bisa saja pemasangannya nanti melalui dana BOS atau dana lainnya di sekolah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi saat dikonfirmasi mengakui adanya pemasangan layanan internet dari Kominfo. Tahap uji coba dini dilakukan di 5 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pemasangan layanan internet tersebut pastinya untuk memudahkan siswa dan sekolah mengakses jaringan internet. Peruntukannya tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak didik di tingkat satuan pendidikan.

Seiring perkembangan teknologi ini, internet juga sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai media memantau sekolah-sekolah. Apalagi di Lotim yang notabenenya ribuan jumlah sekolahnya. Tidak memungkinkan untuk mengunjungi semua sekolah tersebut satu persatu.

Mengenai adanya rencana penambahan CCTV online sebagai media pemantauan sambung Dewanto sedang dipelajari manfaat dan kebutuhannya. “Secara teknis belum tahu nilai manfaatnya, memang kalau lihat kebutuhan dalam memantau seolah kalau mengunjungi fisik 1.000 sekolah se Lotim tidak akan selesai,” imbuhnya.

Sebelum pemasangan kata Kadis Dikbud ini akan  dipertimbangan juga kemampuan sekolah, yakni bagaimana nilai manfaatnya bagi sekolah. “Dengan pemasangan itu apa saja manfaatnya dan bagaimana tingkat kebutuhan sekolah kita pertimbangan dan baru nanti diputuskan,” ujarnya. (rus)