Disiplin Prokes Jadi Kunci Menekan Penambahan Kematian Baru

Maman. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) –Pemprov NTB mendukung jajaran Pemerintah Kabupaten Dompu untuk mengambil langkah sigap dalam menekan tingkat kematian akibat Covid-19 yang tinggi di Dompu. Dukungan itu disampaikan menyusul tingginya tingkat kematian akibat Covid-19 atau case fatality rate (CFR) di Kabupaten Dompu.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Dompu mencapai 878 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang atau 3,21 persen meninggal dunia. Karena itulah, Pemprov NTB pun menyerukan agar Pemkab Dompu segera mengambil langkah sigap.

Iklan

“Kita berharap, pemerintah di kabupaten/kota di NTB, yang memiliki persentase kematian yang tinggi akibat Covid-19, segera mengambil langkah sigap. Misalnya, dengan memperkuat sosialisasi dan pendisiplinan penerapan protokol Covid-19,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy di Mataram, Rabu, 9 Juni 2021.

Menurutnya, kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol Covid-19 adalah kunci untuk menekan tingkat kematian karena Covid-19.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Rabu (9/6) pun mengakui, bila dilihat dari kasus kematian akibat Covid-19, Dompu termasuk tinggi yaitu 28 orang atau 3,21 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 878 orang. Beberapa bulan terakhir, tidak ada penambahan pada kematian dan kondisi ini diharapkan bisa terus dipertahankan. “Angka kesembuhan di Dompu 828 orang atau 94,62 persen dan hal ini termasuk tinggi,” katanya.

Maman mengatakan, penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin menjadi keharusan untuk menekan penyebaran virus Corona. Menjaga pola hidup sehat dan bersih juga harus terus dijaga untuk menjaga imun. Ketika imun baik, saat diserang virus, sakitnya tidak akan parah dan mudah diobati. “Kesadaran kita semua untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar dimanapun kita melakukan aktifitas terutama bila melibatkan banyak orang menjadi keharusan,” harapnya.

Terkait pasien positif Covid-19 tambahan baru yang tidak diterdeteksi sumber penyebaran, Maman mengaku, itu disebabkan oleh kondisi penyebaran Covid-19 telah memasuki transmisi lokal. Sehingga tidak ada lagi klaster – klaster tertentu. “Pada kondisi seperti ini, yang bisa dilakukan hanya dengan menjaga protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebarannya,” ungkapnya.

Untuk mendisiplinkan penerapan protokol Covid-19, Maman mengaku, hanya bisa dilakukan dengan melibatkan aparat keamanan yaitu TNI dan Polri. Karena himbauan dan sosialisasi yang disampaikan banyak tidak diikuti. Bahkan banyak pejabat yang justru tidak mengindahkan seperti melakukan kerumunan, dan tidak memakai masker. Itu terlihat pada pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menghadirkan orang banyak.

Kendati demikian, Maman mengaku, berdasarkan rappid antigen yang dilakukan pihaknya bersama jajaran Kepolisian dan tentara di semua wilayah menunjukan hasil yang positif. Rappid yang dilakukan di pusat perbelanjaan, tempat layanan umum pemerintah, tempat kumpul warga dan di jalanan di Dompu rata – rata negatif Covid-19. “Yang banyak positif itu di Huu hasil rappid antigen kemarin. Ini sejalan dengan perkembangan pasien Covid -19 di Huu yang banyak positif. Terhadap mereka yang positif hasil rappid antigen, kita minta mereka lakukan isolasi mandiri di rumah,” jelas Maman. (aan/ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional