Disiplin ASN Masih Jadi Momok di KLU

Sekda KLU,  H. Suardi (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB)  – Kedisiplinan masih menjadi momok Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Terutama pascagempa, situasi kantor masih menjadi alibi bagi sebagian ASN untuk datang telat dan pulang cepat.

Sekda Lombok Utara, Drs. Suardi, MH., kepada wartawan Rabu,  24 April 2019 menegaskan, disiplin ASN harus ditingkatkan. Alibi gempa tidak seterusnya menjadi dalih bagi banyak ASN yang sebagai datang terlambat atau meninggalkan kantor sebelum waktunya.

Iklan

“Sesuai aturan, ASN wajib masuk kerja jam 7 pagi dan pulang jam 4 sore. Saya pun juga begitu, silakan razia saya, karena saya pulang kan tahu sendiri sering sampai sore di kantor,” katanya.

Sekda seolah ingin memberi contoh bagi aparatur OPD. Sesekali, ASN tidak seenaknya meninggalkan ruang kerja sebelum waktunya. Sebagaimana diketahui, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PSDM KLU melayangkan surat teguran kepada 250 ASN yang didapati indisipliner.

Tidak disiplinnya ASN salah satunya ditemukan terlambat masuk kantor, saat sidak oleh BKD dan Satpol PP KLU, Senin,  22 April lalu. “Jumlah surat teguran yang kita istilahkan surat tilang bagi ASN tidak cukupi, kita cetak lagi surat teguran karena jumlah ASN terlambat masuk kantor 250 orang,” ujar Najib. (ari)