Disiksa dan Tak Digaji, TKW Bima Mengadu ke Disnaker

Rosnani, (tengah) TKW yang menjadi korban kekerasan majikan saat mengadukan ke Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Bima, M. Irfan. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Desa Tolotangga Kecamatan Monta bernama Rosnani diduga disiksa oleh majikannya di Singapura. Bahkan tidak diberikan gaji oleh selama enam bulan. Dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh majikan tersebut diadukan langsung oleh Rosnani dan didampingi keluraga ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kabupaten Bima, Kamis,  31 Januari 2019.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Bima, M. Irfan S.Sos yang menerima pengaduan mengakui pihaknya menerima aduan Rosnani, TKW yang diduga menjadi korban kekerasan majikannya. “Iya benar. Kemarin siang datang bersama keluarga,” kata Irfan, Jumat,  1 Februari 2019.

Iklan

Berdasarkan cerita Rosnani, saat awal bekerja hingga berjalan setahun tidak ada penyiksaan dan gaji tetap diterima. Namun setelah itu, kondisinya langsung berubah dan melakukan kekerasan fisik. “Korban ini dituduh merusak perabot rumah tangga.  Sejak saat itu majikannya berubah dan melakukan penyiksaan fisik,” katanya.

Selain disiksa, yang bersangkutan lanjut Irfan juga tidak diberikan gaji. Bahkan majikannya tidak memberikan makananya yang layak konsumsi sehingga membuat kondisi badan Rosnani kurus. “Kondisi tubuh bagian belakang dipenuhi luka memar bekas disiksa. Badannya juga terlihat kurus,” katanya.

Dalam mengusut persoalan itu, pihaknya akan segera memanggil pihak sponsor yang memberangkatkan korban. Karean ada dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak sponsor dan harus dipertanggungjawabkan. “Persoalan ini juga akan diselesikan ke ranah hukum. Kita akan lakukan pendampingan,” pungkasnya. (uki)