Disiapkan Tempat Khusus, Peserta Sedang Isolasi dan Reaktif Diizinkan Ikut Tes SKD

Kepala BKD dan PSDM Lobar, Syahrudin (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Perubahan jadwal pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta CPNS di Kabupaten Lombok Barat mulai diumumkan, Jumat, 27 Agustus 2021. Selain itu, diumumkan pula syarat tambahan perlunya peserta menunjukkan surat keterangan hasil Rapid test antigen atau hasil swab PCR. Bagi peserta yang masih menjalani perawatan isolasi Covid-19 dan reaktif diizinkan ikut tes. Pihak Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) sendiri sudah menyiapkan tempat khusus bagi peserta untuk melaksanakan tes SKD.

Kepala BKD dan PSDM Lobar Syahrudin mengatakan pihaknya sudah mengumumkan perubahan jadwal SKD dan tambahan persyaratan. “Kita sudah umumkan jadwal pelaksanaan SKD dan syarat rapid antigen atau swab PCR agar peserta segera melengkapi. Biar tidak kelabakan mereka nantinya,” terang Syahrudin.

Iklan

Dikatakan, pengumuman dilakukan lebih awal agar peserta bisa memenuhi persyaratan tersebut. Sehingga apa yang belum disiapkan bisa segera dibuat oleh peserta. Khususnya rapid antigen atau swab PCR.

Terhadap peserta jika ada yang positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi atau ada pasien yang hasil swab PCR dan rapid antigen reaktif,  mereka diizinkan kesempatan ikut tes. “Nanti kalau positif, sedangkan jalani perawatan isolasi atau hasil tes rapid antigen dan swab PCR nya reaktif bisa ikut tes. Tidak digugurkan. Karena kami sudah siapkan tempat khusus untuk tes,” jelasnya.

Berdasarkan pengumuman nomor 810/365/BKD-PSDM/2021 tentang jadwal pelaksanaan SKD penerimaan CPNS tahun 2021 dimulai tanggal 2-13 September. Dalam pengumuman yang ditandatangani Sekda tertanggal 27 Agustus 2021 itu, diterangkan sejumlah persyaratan yang perlu dilengkapi peserta dalam mengikuti SKD ini. Salah satunya, peserta diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil swab tes RT atau Rapid tes Antigen dengan hasil negatif atau non reaktif. Apabila peserta SKD penerimaan CPNS terkomfirmasi positif Covid-19 atau sedang menjalani perawatan isolasi Covid-19vid-19. Maka peserta yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi, maka diwajibkan melapor ke pansel kabupaten dengan membawa bukti surat rekomendasi dokter atau hasil swab PCR. Dan keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang.

Bagi peserta seleksi yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 diwajibkan melapor ke panitia seleksi pada saat pelaksanaan kegiatan dengan menunjukkan bukti surat keterangan dokter. Masih mengacu isi pengumuman itu, bagi peserta SKD penerimaan CPNS tidak membawa dokumen sebagimana yang disebutkan tersebut, maka peserta tidak dapat mengikuti SKD dan dinyatakan gugur. Terkait seleksi PPPK, diakui Syahrudin sampai saat ini belum ada kejelasannya. Karena pelaksanaan seleksi langsung dilakukan oleh kementerian.

Ia juga mengaku tidak tahu kapan dan di mana pelaksanaan tesnya. Yang pasti, tes dilaksanakan di daerah seperti seleksi PPPK sebelumnya. “Nanti hasilnya baru diserahkan ke kami,” imbuh dia. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional