Disiapkan Jadi Penyangga KEK Mandalika, Aneka Media Transpalantasi Karang Dilepas di Pantai Pandanan

Transpalantasi karang di media yang telah disiapkan untuk diturunkan ke dasar laut di perairan Pandanan Lombok Utara.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat sekitar Pantai Pandanan, Malaka Kabupaten Lombok Utara telah tergugah menghadirkan atraksi wisata bawah laut. Karena sadar, masa depan daerahnya akan bergantung di sektor pariwisata. Inisiatif ini telah dijalankan, didampingi  Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan stakeholders terkait lainnya, dengan mewujudkan Taman Laut Pandanan.

Pantai Pandanan dihajatkan sebagai salah satu penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Apalagi Pandanan juga menjadi jalur menuju tiga kawasan pariwisata strategis di Lombok Utara, yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Gayung bersambut, perwujudan Taman Laut Pandanan ini ikut didukung PLN melalui anak perusahaannya, PT. Indonesia Power yang saat ini mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok Barat.

Iklan

Program CSR PT. Indonesia Power telah digunakan untuk melatih lima orang anggota Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Pandanan, sehingga memiliki sertifikat Open Water PADI. Pembuatan media transplantasi karang berupa 38 unit media besi, 10 media plastik, 20 media beton/fishdone, dan 1 unit miniatur tapak tower SUTT. Pada masing-masing media transpalantasi ini, ditanam lebih dari 1000 pcs bibit karang bantuan dari KPKHN dan AKKII sebagai pemenuhan restocking perusahaan anggota masing-masing asosiasi.

Media-media transpalantasi karang ini dilepas, Kamis, 22 Juli 2021. beberapa tahun ke depan, dari media ini diharapkan akan menambah cantik taman laut Pandanan, menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan karang, dan menjadi spot favorit menyelam. Dampaknya, tentu terdongkraknya ekonomi masyarakat sekitar khususnya. “Terimakasih, kami akan terus berjuang untuk memulihkan  ekosistem terumbu karang di Taman Laut Pandanan,” kata Ketua Pokmaswasnya, H. Muh. Syukur menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung keberadaan Taman Laut Pandanan.

BPSPL Denpasar telah membina Pokmaswas Pandanan sejak 2020, bersama Komunitas Penyelam NTB. Sementara Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN) dan Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII) juga telah membantu penyediaan bibit karang 1.000 pc s dalam rangka restocking. Taman Laut Pandanan adalah sebuah inisiasi dari masyakarat Pandanan untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang saat ini kondisinya sangat buruk.

Upaya rehabilitasi dilakukan dengan penanaman/transplantasi karang pada media-media sedemikian rupa sehingga dapat menjadi daya tarik wisata bahari dikemudian hari. Ekosistem terumbu karang pulih kembali dan masyarakat dapat memperoleh manfaatnya dengan menjadikan sebagai atraksi wisata. Disamping itu proses rehabilitasi ini dapat dipergunakan sebagai objek penelitian oleh para mahasiswa dan peneliti.

Nurhamdani dari BPSPL Wilayah Kerja NTB, bersama Barmawi, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Muda BPSPL Denpasar juga turut menyampaikan apresiasinya kepada PLN melalui anak usahanya, PT. Indonesia Power yang telah turut memberikan perhatian kepada pelestarian lingkungan untuk mendukung perekonomian masyarakat dalam jangka panjang.

Melky Victor, Manajer Unit PLTU Jeranjang, dalam kesempatan ini menegaskan, PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik dari hulu ke hilir. Lebih dari itu, PLN melalui Indonesia Power juga tetap mendukung pelestarian lingkungan, baik di udara, darat, hingga lautnya. “Kami menyalurkan CSR tidak saja fokus melakukan pemberdayaan di ring I, sekitar PLTU Jeranjang. Kami beri perhatian secara menyeluruh untuk wilayah Lombok. Program-program pemberdayaan, apalagi pelestarian lingkungan akan tetap menjadi perhatian kami,” katanya sata turut serta melepas media transpalantasi kemarin.

Selain mendukung konservasi laut, Indonesia Power juga ikut serta mengolah sampah menjadi pelet yang digunakan sebagai bahan baku untuk menggerakkan tiga unit pembangkit di PLTU Jeranjang. Pelet sampah ini dapat mengurangi volume sampah, sekaligus menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Sementara Ir. Amiril Mukmin PD. MM, Kepala KCD Kawasan Pulau Lombok, mewakili Dinas Kelautan dan Perikanan NTB mengatakan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah sangat fokus terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satunya memperluas kawasan konservasi dengan terumbu karang dan pohon bakau. Karena itu, menurutnya kegiatan konservasi membutuhkan dukungan seluruh stakeholders. “Tahun ini dan tahun 2021 KEK Mandalika akan hidup dengan MotoGP. Pemerintah daerah mengharapkan Taman Laut Pandanan ini menjadi penyangga kunjungan wisatawan, selain di Sekotong dan daerah-daerah lainnya di Pulau Lombok,” ujarnya.

Dengan demikian, harapan pemerintah untuk akan hadirnya sumber-sumber ekonomi baru masyarakat juga dapat wujudkan sebagai efek tetes usaha-usaha ikutan di sektor pariwisata kedepannya. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional