Dishub NTB akan Panggil Seluruh Operator Taksi

Mahmud Abdullah. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan memanggil seluruh operator taksi, menyusul tertangkapnya dua pengemudi taksi secara berturut-turut oleh aparat penegak hukum terkait dugaan pengedar sabu. Pemprov NTB tengah mulai menggencarkan program transportasi Gemilang. Didalamnya mengharuskan seluruh syarat bagi angkutan umum yang aman dan nyaman.

“Dengan bapak kepala dinas (Kadishub NTB/Lalu Muh. Faozal), kita coba carikan jalan keluarnya. Jangan sampai oknum-oknum pengemudi taksi ini mencoreng nama baik angkutan taksi seluruhnya di NTB,” kata Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Mahmud Abdullah di ruang kerjanya, Jumat, 25 Juni 2021. Dinas Perhubungan Provinsi NTB selaku regulator di bidang transportasi, hingga kemarin belum mendapatkan laporan perihal penangkapan pengemudi-pengemudi taksi yang diduga menjadi pengedar sabu.

Iklan

Selanjutnya tindakan yang juga akan diambil adalah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Bila perlu menurutnya, Pemprov NTB akan mengambil sikap menegaskan kepada perusahaan taksi untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang telah menciderai nama perusahaan taksi dan angkutan umum di NTB umumnya.

Mahmud Abdullah juga berkoodinasi langsung kemarin, dengan manajemen perusahaan taksi yang pengemudinya ditangkap aparat karena melakukan tindakan yang melanggar hukum. Ia mengklarifikasi tentang bagaimana pola pengawasan manajemen yang dilakukan kepada para pengemudinya. Ia juga bahkan menekankan, sebelum rekrutmen pengemudi, harus dipastikan sehat jasmani dan rohani yang keterangannya dikeluarkan oleh pihak terkait (dokter/psikolog/BNN).

“Bila perlu buatkan surat pernyataan sebelum bekerja. Bahwa ia siap mendapatkan sanksi – sanksi sesuai yang diatur, bilamana terbukti melakukan tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum,” ujarnya. Mahmud menambahkan, selain itu langkah yang akan diambil oleh pemerintah daerah, mensosialisasikan kepada seluruh perusahaan angkutan khusus untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh awaknya. Guna memastikan para pengemudi yang dipekerjakan tidak menjadi pengedar atau pemakai barang-barang haram.

“Harus dipastikan positif atau negatifnya para pengemudi ini tidak menggunakan barang-barang haram. Karena ini juga berkaitan dengan keselamatan penumpang. Kalau dia bertindak sebagai kurir kan ini sudah sangat merusak. Apalagi kalau pola yang dilakukan adalah menawarkan kepada penumpang. Ini mengkhawatirkan dan bukan main-main. Harus segera disikapi. Kita miris mendengar ada kasus seperti ini menimpa para pengemudi taksi,” jelas Mahmud.

Ada lima perusahaan taksi yang beroperasi di NTB secara resmi. Diataranya, Lombok Taksi (Blue Bird Group), Koperasi Syariah Taksi Putih NTB, Koperasi Taksi Kota Mataram, Koperasi Serba Usaha Lombok Baru, dan Lombok Seaside Cottage. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional