Disesalkan, Masih Ada Sekolah di Bima Tanpa Kursi dan Meja

Bima (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah S.Sos mendesak Dinas Dikpora agar segera menindaklanjuti masalah di SMPN 5 Monta, yakni adanya ruangan kelas yang tidak memiliki kursi dan meja, membuat para siswanya belajar dilantai. Karena anggaran yang dikucurkan bagi peningkatan pendidikan sangatlah besar setiap tahunnya.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan, kasian siswa. Masa belajar dilantai,” kata dia kepada Suara NTB, Kamis, 13 Oktober 2016.

Iklan

Duta Demokrat ini sangat menyesalkan masih adanya masalah itu Bima. Bahkan saat melakukan reses di Kecamatan Langgudu, beberapa waktu lalu, juga ditemukan masalah yang serupa. Yakni salah satu SDN atapnya bocor dan tidak ditutup. Sehingga saat turun hujan, pelajar akan mengepel dulu, belum lagi terik matahari mereka kepanasan.

“Tapi alhamdulilah hal ini sudah ditindaklanjuti dan akan direhab. Kami juga berharap SMPN 5 Monta ini cepat diperbaiki dengan menggunakan dana pendidikan yang dikucurkan dalam jumlah yang besar,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima, Tajuddin SH, mengaku SMPN 5 Monta akan diprioritaskan pengadaan pada tahun 2017 mendatang. Saat ini, telah mengutus Kabid Dikmen untuk meninjau langsung kondisi sekolah.

“Jika banyak kekurangan, tentu akan dibantu. Hanya saja pengadaan akan dimasukkan pada APBD murni tahun 2017 mendatang. Yang jelas sekolah ini akan kita prioritas untuk pengadaan meja dan kursi,” katanya.

Menurut dia, disekolah setempat bukan tidak adanya kursi dan meja. Hanya sebagian besarnya banyak yang rusak. Disatu disisi, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang didapat sekolah setempat sedikit, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan.

“Hanya saja kami sangat sayangkan, adanya kerusakan dan minim kursi dan meja kepala sekolah (Kepsek) tidak melakukan komunikasi dengan Dinas. jika sejak awal diketahui tentu kita bantu,” katanya.

Sebab diakuinya, Dinas Dikpora tetap memberikan ruang bagi Kepsek untuk melaporkan terkait kerusakan sarana dan prasarana mulai dari yang ringan, sedang hingga rusak berat. Dengan mengajukan permohonan bantuan.

Dia menambahkan, dana BOS bisa dipakai untuk memperbaiki meja dan kursi yang rusak. Yang tidak diperbolehkan yakni pengadaan. Sepanjang hal itu untuk kepentingan siswa sekolah dipersilahkan bagi kepsek mengatur kebijakannya secara otonom.

“Perbaikan yang rusak menggunakan dana BOS tidak masalah, dan itu sah-sah saja. Karena yang tidak diperbolehkan hanya pengadaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah guru SMPN 5 Monta menyegel ruang kelas belajar (RKB) sekolah setempat, Senin (10/10). Sebagai aksi protes karena sejak tiga tahun terakhir, tidak juga dilengkapi sarana dan prasarana penunjang, seperti meja dan kursi.

Salahseorang guru sekolah setempat, Ijan S.Pd mengaku, Ia bersama sejumlah rekannya melakukan aksi tersebut lantaran prihatin. Mengingat selama tiga tahun para siswanya belajar dilantai.
“Akibatnya siswa menjadi tidak nyaman belajar dan tidak fokus menerima pelajaran dari guru,” katanya, disekolah setempat, Senin (10/10). (uki)