Disdag Waspadai Jual Beli Izin Lapak Pasar Tradisional

Sejumlah pembeli keluar dari Pasar ACC Ampenan setelah melakukan transanksi, Rabu, 16 Desember 2020. Revitalisasi bangunan pasar tradisional baru rampung berpotensi terjadinya jual – beli izin penempatan lapak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Revitalisasi bangunan pasar ACC Ampenan telah rampung dikerjakan oleh rekanan. Proses relokasi pedagang jadi pekerjaan rumah. Potensi penyalahgunaan kewenangan petugas pasar tradisional perlu diwaspadai. Salah satunya jual – beli lapak.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin menjelaskan, rekanan telah menyelesaikan pengerjaan konstruksi Pasar ACC Ampenan dan serahterima pekerjaan pada Senin, 14 Desember 2020. Proses serahterima ini disaksikan langsung oleh Kejaksaan, Inspektorat dan konsultan. Selanjutnya, mengikuti masa pemeliharaan selama enam bulan. “Hari Senin kemarin kita PHO,” kata Amran ditemui, Rabu, 16 Desember 2020.

Penempatan serta pengaturan pedagang diakui menjadi pekerjaan rumah. Sebagian pedagang mengeluhkan jalur keluar masuk pembeli yang searah. Pihaknya telah meminta kepala pasar untuk mengatur.

Pasca pasar tersebut rampung banyak pedagang baru yang muncul dan menanyakan kapan menempati lapak baru. Kondisi ini dikhawatirkan membengkaknya jumlah pedagang karena data awal 60 orang. Ditegaskan Amran, pedagang telah memiliki surat izin perdagangan akan menjadi prioritas. “Yang sudah punya izin atau pedagang lama jadi prioritas,” tandasnya.

Kondisi seperti ini rawan munculnya penyalahgunaan kewenangan oleh petugas di pasar. Salah satunya adalah jual – beli lapak atau menjual surat izin perdagangan. Terkadang SIP ada tetapi orangnya telah berganti.

Amran mengingatkan petugas pasar berhati – hati. Pihaknya tidak segan – segan memberikan sanksi bila ditemukan pelanggaran penempatan pedagang. “Jangan ada pengalihan SIP,” katanya mengingatkan.

Pengalihan secara pihak izin ke pedagang lain adalah pelanggaran. Sesuai peraturan daerah, pihaknya tidak segan – segan akan mencabut sepihak izin tersebut. (cem)