Disayangkan, Penundaan KBM Tatap Muka di Sekolah

Salah satu kegiatan belajar secara daring yang dilakukan di salah satu rumah guru di Lotim beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kebijakan Pemda Lombok Timur (Lotim) kembali menunda untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah disayangkan pihak satuan pendidikan. Padahal, rencana untuk dibuka KBM tatap muka per tanggal 8 Agustus mendatang sangat disambut baik oleh tenaga pendidik dan wali murid.

Seperti halnya disampaikan, Kepala MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni, rencana bupati yang akan membuka KBM tatap muka di sekolah merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Dalam sebuah pidatonya saat menghadiri acara di Kemenag Lotim beberapa waktu lalu, apa yang disampaikan bupati begitu disambut baik oleh para tenaga pendidik.

Iklan

Akan tetapi per tanggal, 6 Agustus 2020, Pemda justru memperpanjang kembali sistem belajar dari rumah (BDR) dari tanggal 10 hingga 27 Agustus 2020.  “Kalau bupati minta kita masuk, ya kita masuk karena sudah terlalu lama siswa-siswa berkeliaran ke mana-mana. Sementara efek pembelajaran daring belum terlihat positif untuk menyukseskan pembelajaran dikarenakan berbagai kendala,” terangnya, kepada Suara NTB, Kamis, 6 Agustus 2020.

Atas kebijakan tersebut, pihak tetap mengikuti karena sebagaimana edaran dari Kemenag Pusat bahwa sekolah/madrasah di semua daerah diminta untuk mengikuti keputusan Pemda selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah.

“Kita ikuti kebijakan pemerintah. Kita sekolah/madrasah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri karena tidak punya kewenangan,” terangnya.

Sementara, kebijakan perpanjangan belajar dari rumah di Kabupaten Lotim tertuang dalam Surat Edaran Nomor:800:1041/Dikbud/I/2020 tentang pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di satuan pendidikan tahun ajaran 2020. Di mana, penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan, TK/SD/SMP negeri, swasta dan SKB/PKBM yang dilakukan secara BDR dan diperpanjang dari tanggal 10 sampai dengan 27 Agustus 2020.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, mengaku jika dirinya sudah menghadap ke bupati terkait jadwal masuk sekolah di Lotim. Disepakati untuk dilakukan perpanjangan hingga dua pekan ke depan dengan mengacu pada SE menteri, gubernur dan jumlah kasus Covid-19 khususnya di Kabupaten Lotim yang terus mengalami peningkatan. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here