Dirjen PAUD Dikdasmen Puji Pembelajaran Tatap Muka yang Digelar Dinas Dikbud NTB

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Aidy Furqan saat menyampaikan sambutan di hadapan Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri, S.TP., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Mataram, Kamis, 10 Juni 2021. Dalam kesempatan berdialog di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) NTB, Dirjen PAUD Dikdasmen memuji dan mengapresiasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilaksanakan Dinas Dikbud NTB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, pembelajaran tatap muka terbatas jenjang SMA, SMK, dan SLB di NTB sudah dimulai sejak awal tahun ajaran 2020/2021. Diawali dengan fase transisi dan fase simulasi tatap muka. “Persiapan layanan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru kami siapkan melalui surat edaran, pengisian instrumen, dan lainnya,” ujarnya.

Iklan

Aidy menyampaikan terima kasih kepada Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek atas kunjungan kerja ke NTB. Ia menyampaikan, ada tiga tiga arah kebijakan dari Dinas Dikbud NTB, yaitu mewujudkan layanan akses yang adil, meningkatkan mutu dan daya saing, dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan saat menyerahkan buku berjudul Merawat Pendidikan di Tengah Wabah kepada Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri.(Suara NTB/ist)

Dalam mewujudkan pendidikan yang membanggakan, Aidy menjelaskan, ia memunculkan satu strategi yakni the power of 4P yaitu membangun Dinas Dibud NTB dari kekuatan profil,  penampilan, pelayanan, dan prestasi.

“4P itu hasil reduksi dari delapan standar nasional, kemudian instrumen akreditasi nasional, dan ditambah visi dan misi daerah,” ujarnya.

Aidy juga menyampaikan berbagai inovasi yang dikembangkan pihaknya selama ini seperti Pojok Ekspresi yang mengedepankan kebudayaan lokal dengan menghadirkan para siswa untuk memainkan permainan tradisional dan berdialog. Di samping itu, pihaknya juga menyelenggarakan Anugerah Istimesa Sekolah (Aiso) 2021 sebagai apresiasi kepada sekolah.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri menyampaikan, NTB memiliki beberapa inovasi pendidikan, ia meyakini NTB akan jauh lebih maju. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan PTM di jenjang SMA, SMK, dan SLB yang dilaksanakan Dinas Dikbud NTB. Ia tidak menyangka pelaksanaan PTM di NTB sudah dilakukan sejak awal tahun ajaran 2020/2021.

“Ini saya dapat praktik baik dari NTB, karena setiap hari kami hadapi media untuk bisa menjelaskan tentang PTM. Dikejar terus oleh media. Itu tugas kami berkomunikasi ke daerah, agar kebijakan PTM kami bisa diterima dan akhirnya dieksesuki dengan tujuan melayani masyarakat,” ujar Jumeri.

Jumeri mengaku salut dan mengapresiasi kemajuan serta inovasi dari Dinas Dikbud NTB. Menurutnya, pihaknya terus mendapatkan kritikan terkait rencana PTM, tetapi ternyata di daerah seperti di NTB berjalan aman.

“Kami akan meminta Kepala Dinas Dikbud NTB bisa membantu kami untuk bisa menyosialisasikan praktik baik dan bisa disebarluaskan ke seluruh penjuru Indonesia. Saya tidak perlu memtovitasi tentang PTM, tetap dipertahankan yang penting tidak kendor dengan isu berkembang,” ujar Jumeri.

Ia juga mengapresiasi tiga arah kebijakan Dinas Dikbud NTB, yaitu pemerataan akses, mutu dan daya saing, dan peran serta masyarakat. Dalam kesempatan kunjungan kerja itu, disampaikan juga mengenai asesmen nasional. Terutama tantangan dalam hal pemenuhan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di jenjang SD. “Asemen nasional kami harapkan sesuai keadaan riil siswa. Mohon juga jangan buat ujian nasional pengganti,” harapnya.

Terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihaknya meminta untuk sekolah menghabiskan atau memaksimalkan penggunaan dana BOS. Terutama untuk pemenuhan pembelian alat penunjang protokol kesehatan.

Ia juga menyinggung mengenai sekolah penggerak. Mulai minggu depan pihaknya akan menyosialisasikan sekolah penggerak tahap kedua. “Kami akan memilih lagi 250 kabupaten/kota, kita inisiasi untuk mempercepat reformasi pendidikan, kita menyadari kemajuan sekolah ditentukan oleh guru dan kepala sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempataan tersebut, Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan juga menyerahkan buku berjudul Merawat Pendidikan di Tengah Wabah kepada Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri.

Kunjungan kerja itu dihadiri Jajaran pejabat di Dinas Dikbud NTB, perwakilan kepala sekolah, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB, kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota, serta tamu lainnya.

Setelah dari Dinas Dikbud NTB, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri melanjutkan kunjungannya ke SMAN 1 Mataram. Setibanya di SMAN 1 Mataram, rombongan Dirjen PAUD Dikdasmen terlebih dahulu berkeliling melihat-lihat lingkungan sekolah. Kedatangan rombongan ini bertepatan dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Berbasis Komputer (PASBK), sehingga Dirjen dapat melihat langsung pelaksanaan PASBK di SMAN 1 Mataram.

Bertempat di Aula Rinjani SMA Negeri 1 Mataram, Jumeri menyampaikan apresiasi atas kondisi lingkungan SMAN 1 Mataram yang bersih dan nyaman. Ia meyakini SMAN 1 Mataram merupakan sekolah yang berkualitas baik, karena tempat belajar yang terjaga kebersihannya akan membentuk mental peserta didik yang terbiasa hidup bersih dan sehat. Sehingga peserta didik tidak hanya mampu mengejar prestasi, tetapi juga memiliki karakter yang baik. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional